Sifat Kalam Allah Menurut Imam Al-Ghazali: Memahami Firman Allah dalam Akidah Islam

Pendahuluan

Di antara sifat wajib Allah yang menjadi pokok akidah Islam adalah Al-Kalām (Maha Berfirman). Allah berfirman dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, bukan seperti perkataan makhluk yang membutuhkan lidah, suara, dan huruf. Dalam kitab At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Tusi menjelaskan bahwa seluruh wahyu yang diturunkan kepada para nabi merupakan firman Allah. Memahami sifat Kalam Allah akan memperkokoh keyakinan terhadap wahyu sebagai petunjuk hidup yang benar.

Sumber Nasihat :

Kitab: At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk
Bab: الأصل السابع في الكلام (Pokok Ketujuh: Tentang Sifat Kalam Allah)

Penulis :

Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi (450–505 H / 1058–1111 M) adalah ulama besar yang dikenal sebagai Hujjatul Islam. Beliau banyak menjelaskan prinsip-prinsip akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan argumentasi yang kuat dan mudah dipahami oleh umat Islam.

Tema :

Meyakini Sifat Kalam Allah dan Kebenaran Seluruh Wahyu yang Diturunkan kepada Para Nabi

Terjemahan Lengkap

Pokok Ketujuh: Tentang Sifat Kalam Allah

Ketahuilah bahwa perintah Allah berlaku atas seluruh makhluk dan wajib ditaati.

Apa pun yang Allah kabarkan berupa janji maupun ancaman, semuanya adalah benar.

Perintah-Nya merupakan firman-Nya.

Sebagaimana Allah Maha Mengetahui, Maha Berkehendak, Mahakuasa, Maha Mendengar, dan Maha Melihat, maka Dia juga Maha Berfirman.

Firman Allah tidak dengan tenggorokan, tidak dengan lidah, tidak dengan mulut, dan tidak pula dengan gigi.

Al-Qur'an, Taurat, Injil, Zabur, dan seluruh kitab yang diturunkan kepada para nabi, semoga keselamatan tercurah kepada mereka semuanya, adalah firman Allah.

Firman Allah merupakan salah satu sifat-Nya, dan seluruh sifat-Nya bersifat azali (tidak bermula).

Sebagaimana ucapan manusia tersusun dari huruf dan suara, maka firman Allah Mahasuci dari suara dan huruf sebagaimana ucapan makhluk.

Artikel Pengembangan

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat Al-Kalām, yaitu Maha Berfirman. Sifat ini termasuk sifat kesempurnaan yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Firman Allah bukanlah hasil pemikiran, bukan pula suara yang muncul dari alat sebagaimana ucapan manusia. Allah berfirman dengan cara yang sesuai dengan keagungan zat-Nya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh janji dan ancaman Allah pasti benar. Janji tentang pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh merupakan kebenaran yang tidak mungkin diingkari. Demikian pula ancaman bagi orang-orang yang membangkang adalah bentuk keadilan Allah yang pasti terlaksana sesuai dengan hikmah-Nya.

Imam Al-Ghazali juga menerangkan bahwa kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi, seperti Al-Qur'an, Taurat, Injil, dan Zabur, berasal dari firman Allah. Wahyu menjadi bukti kasih sayang Allah kepada manusia agar mereka memperoleh petunjuk menuju jalan yang benar.

Dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, sifat Kalam Allah merupakan sifat yang azali dan melekat pada zat-Nya. Ketika Al-Qur'an dibaca oleh manusia, ditulis di mushaf, atau didengar melalui bacaan seorang qari, yang merupakan makhluk adalah suara pembaca, tulisan tinta, dan media penyampaiannya. Adapun firman Allah sebagai sifat-Nya tidak menyerupai ucapan makhluk dan tidak bergantung pada alat.

Penjelasan Imam Al-Ghazali juga mengajarkan agar umat Islam tidak menyerupakan Allah dengan makhluk (tasybih) dan tidak pula menolak sifat-sifat yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya (ta'thil). Seorang muslim menerima bahwa Allah benar-benar berfirman, namun cara Allah berfirman tidak dapat disamakan dengan cara manusia berbicara.

Keyakinan terhadap sifat Kalam Allah melahirkan penghormatan yang tinggi terhadap Al-Qur'an. Seorang mukmin tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikannya pedoman dalam seluruh aspek kehidupan.

Hikmah

  • Allah memiliki sifat Al-Kalām yang merupakan salah satu sifat kesempurnaan-Nya.
  • Firman Allah tidak menyerupai ucapan makhluk dan tidak membutuhkan alat seperti lidah, mulut, atau suara.
  • Seluruh janji dan ancaman Allah adalah benar dan pasti terjadi sesuai dengan kehendak-Nya.
  • Al-Qur'an, Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab samawi lainnya berasal dari wahyu Allah.
  • Seluruh sifat Allah, termasuk sifat Kalam, bersifat azali dan tidak mengalami perubahan.
  • Mengimani sifat Kalam Allah menumbuhkan penghormatan terhadap Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup.
  • Seorang muslim hendaknya membaca, memahami, dan mengamalkan firman Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Pokok ketujuh dalam nasihat Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa Allah adalah Al-Mutakallim, yaitu Dzat Yang Maha Berfirman. Firman-Nya merupakan sifat kesempurnaan yang tidak menyerupai perkataan makhluk dan tidak bergantung pada huruf, suara, maupun alat. Seluruh wahyu yang diturunkan kepada para nabi berasal dari Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia. Dengan mengimani sifat Kalam Allah, seorang muslim akan semakin menghormati Al-Qur'an, meyakini kebenaran seluruh janji dan ancaman Allah, serta menjadikan firman-Nya sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan di dunia menuju kebahagiaan akhirat.

Teks Arab :

الأصل السابع في الكلام

وأن أمره تعالى على جميع الخلق نافذ واجب مهما أخبره من وعد ووعيد فانه حق وأمره كلامه. وكما أنه عالم مريد قدير سميع بصير فهو متكلم وكلامه بغير حلق ولا لسان، ولا فم ولا أسنان، والقرآن والتوراة والإنجيل والزبور والكتب المنزَلة على الأنبياء، عليهم السلام جميعها، كلامه. وكلامه صفته وكل صفاته قديمة، وكما أن الكلام عند الآدمي حرف وصوت فكلام الله منزَه عن الأصوات والحروف.

Baca juga:

Sifat As-Samī' dan Al-Baṣīr Menurut Imam Al-Ghazali: Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat

Sifat Qudrah Allah Menurut ImamAl-Ghazali: Allah Mahakuasa atas Segala Sesuatu

Perbuatan Allah Menurut Imam Al-Ghazali: MemahamiKeadilan dan Kekuasaan Allah atas Seluruh Makhluk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Simthudduror Makna Pesantren

Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Makna Pesantren | Google Drive Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Ma...