Pendahuluan
Salah satu pokok akidah Islam adalah
meyakini bahwa Allah memiliki sifat Al-Qudrah (Mahakuasa). Tidak ada
sesuatu pun yang mampu menghalangi kehendak-Nya, dan seluruh alam semesta
berada di bawah kekuasaan-Nya. Dalam kitab At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat
al-Mulūk, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Tusi menjelaskan
bahwa kesempurnaan kerajaan Allah tampak dari kekuasaan-Nya yang meliputi
langit, bumi, Arasy, Kursi, dan seluruh makhluk. Keyakinan ini menjadi dasar
bagi seorang mukmin untuk bertawakal dan tunduk sepenuhnya kepada Allah.
Sumber Nasihat :
Kitab: At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk
Bab: الأصل الثالث في القدرة (Pokok Ketiga: Tentang Kekuasaan Allah)
Penulis :
Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad
Al-Ghazali Ath-Thusi (450–505 H / 1058–1111 M) adalah
ulama besar yang dijuluki Hujjatul Islam. Melalui karya-karyanya, beliau
mengajarkan bahwa akidah yang benar menjadi fondasi utama bagi ibadah, akhlak,
dan kepemimpinan.
Tema :
Meyakini Kesempurnaan Kekuasaan
Allah atas Seluruh Alam Semesta
Terjemahan Lengkap
Pokok
Ketiga: Tentang Kekuasaan Allah
Ketahuilah bahwa Allah Ta'ala
Mahakuasa atas segala sesuatu.
Kerajaan dan kekuasaan-Nya berada
pada puncak kesempurnaan, sehingga tidak mungkin terdapat kelemahan ataupun
kekurangan pada-Nya.
Apa saja yang Dia kehendaki dan apa
pun yang akan Dia kehendaki, semuanya pasti Dia lakukan.
Tujuh langit, tujuh bumi, Kursi, dan
Arasy seluruhnya berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, berada di bawah
keperkasaan, pengaturan, dan kehendak-Nya.
Dialah Raja yang sebenarnya. Tidak
ada kerajaan selain kerajaan milik-Nya.
Mahatinggi Allah dari segala tuduhan
dan perkataan orang-orang zalim, dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.
Artikel Pengembangan
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa
salah satu sifat wajib bagi Allah adalah Al-Qudrah, yaitu kekuasaan yang
sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada sesuatu pun yang berada di luar
kemampuan-Nya. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, sedangkan apa yang tidak
Dia kehendaki tidak akan pernah terjadi.
Beliau juga menegaskan bahwa
kekuasaan Allah tidak mengenal kelemahan. Berbeda dengan manusia yang memiliki
keterbatasan tenaga, usia, ilmu, dan kemampuan, Allah Mahasempurna. Tidak ada
rasa lelah, tidak ada kekurangan, dan tidak ada sesuatu pun yang mampu
menghalangi pelaksanaan kehendak-Nya.
Ungkapan bahwa langit, bumi, Kursi,
dan Arasy berada dalam genggaman kekuasaan Allah menunjukkan betapa kecilnya
seluruh alam semesta dibandingkan dengan keagungan-Nya. Segala sesuatu bergerak
sesuai dengan ketetapan dan izin Allah. Matahari terbit, hujan turun, kehidupan
berlangsung, dan kematian datang sesuai dengan kehendak-Nya.
Bagi seorang mukmin, keyakinan
terhadap sifat qudrah Allah melahirkan ketenangan hati. Ketika menghadapi
kesulitan, ia yakin bahwa Allah mampu mengubah keadaan dalam sekejap. Ketika
memperoleh nikmat, ia menyadari bahwa semua itu berasal dari kekuasaan Allah,
bukan semata-mata hasil usahanya sendiri.
Imam Al-Ghazali juga mengingatkan
para pemimpin bahwa kekuasaan manusia hanyalah titipan. Sehebat apa pun seorang
raja atau penguasa, kerajaannya tetap berada di bawah kerajaan Allah. Kesadaran
ini akan melahirkan sikap rendah hati, adil, dan takut berbuat zalim karena
hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak.
Dengan memahami sifat Al-Qudrah,
seorang muslim akan semakin yakin bahwa tidak ada doa yang terlalu sulit untuk
dikabulkan, tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diselesaikan oleh Allah,
dan tidak ada kekuatan yang mampu menandingi kekuasaan-Nya.
Hikmah
- Allah Mahakuasa atas segala sesuatu tanpa batas.
- Kehendak Allah pasti terlaksana dan tidak dapat
dihalangi oleh siapa pun.
- Tidak ada kelemahan ataupun kekurangan dalam kekuasaan
Allah.
- Langit, bumi, Arasy, dan Kursi seluruhnya berada di
bawah kekuasaan serta pengaturan Allah.
- Semua kerajaan di dunia hanyalah titipan, sedangkan
kerajaan yang hakiki hanyalah milik Allah.
- Keimanan terhadap sifat Al-Qudrah melahirkan tawakal,
optimisme, dan ketenangan hati.
- Seorang pemimpin hendaknya tidak sombong karena
kekuasaan manusia sangat terbatas dibandingkan kekuasaan Allah.
Penutup
Pokok ketiga yang dijelaskan Imam
Al-Ghazali mengajarkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Mahakuasa dengan kekuasaan
yang sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat keluar
dari kehendak dan pengaturan-Nya. Seluruh alam semesta, dari langit hingga
bumi, dari Arasy hingga makhluk yang paling kecil, berada dalam genggaman
kekuasaan Allah. Keyakinan terhadap sifat Al-Qudrah akan memperkuat iman,
menumbuhkan tawakal, serta mengingatkan manusia bahwa segala kekuasaan di dunia
hanyalah sementara, sedangkan kekuasaan Allah kekal selama-lamanya.
Teks Arab :
الأصل الثالث في القدرة
وأنه تعالى على كل شيء قدير وملكه
في نهاية الكمال، ولا سبيل إلى العجز والنقصان بل ما شاء وما يشاء يفعل، وأن
السموات السبع والأرضين السبع والكرسي والعرش في قبضة قدرته وتحت قهره وتسخيره
ومشيئته، وهو مالك لا ملك إلا ملكه، تعالى عما يقول الظالمون علوًا كبيرًا.
Baca juga:
Ushul Iman Menurut Imam Al-Ghazali: Dasar Akidah yang Menjadi Pokok Keimanan
Pensucian Allah Menurut ImamAl-Ghazali: Memahami Tanzih Allah dari Segala Sifat Makhluk
Penjelasan Agama dan Pembeda antara Golongan yang Selamat dengan Berbagai Golongan yang Menyimpang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar