Pendahuluan
Dalam pandangan ulama besar
Andalusia, Ibnu Hazm, seluruh kehidupan manusia pada dasarnya memiliki satu
tujuan utama: menghilangkan kegelisahan (ham).
Namun beliau menegaskan bahwa tujuan
tersebut hanya bisa dicapai melalui satu jalan yang benar, yaitu amal untuk
Allah dan kehidupan akhirat. Selain itu, semua jalan dianggap sebagai
kesia-siaan dan kesalahan.
Teks Terjemahan
Ibnu Hazm berkata:
Ketahuilah bahwa tujuan hidup
manusia hanya satu, yaitu menghilangkan kegelisahan.
Dan tidak ada jalan untuk
mencapainya kecuali satu, yaitu beramal karena Allah Ta’ala.
Selain itu adalah kesesatan dan
kebodohan.
Maka janganlah engkau mengorbankan
dirimu kecuali untuk sesuatu yang lebih tinggi darinya.
Dan itu tidak lain kecuali pada
Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu dalam menyeru kepada kebenaran, menjaga kehormatan,
menolak kehinaan yang tidak ditetapkan oleh Allah, serta menolong orang yang
terzalimi.
Barang siapa menjual dirinya untuk
urusan dunia, maka ia seperti menjual permata dengan kerikil.
Tidak ada kehormatan bagi orang yang
tidak memiliki agama.
Orang yang berakal tidak melihat
harga dirinya kecuali surga.
Setan menjadikan riya’ sebagai
perangkap, karena banyak orang yang meninggalkan amal kebaikan karena takut
dianggap riya’.
Tujuan Hidup yang Sederhana namun Agung
Ibnu Hazm merangkum kehidupan
manusia dalam satu kalimat:
Hanya ada satu tujuan hidup:
menghilangkan kegelisahan.
Namun cara mencapainya hanya satu:
Beramal untuk Allah.
Ini menunjukkan bahwa seluruh kompleksitas
kehidupan manusia sebenarnya bermuara pada satu inti sederhana.
Mengapa Hanya Amal untuk Allah?
Karena hanya amal untuk Allah yang:
- Tidak bergantung pada manusia
- Tidak rusak oleh waktu
- Tidak hilang oleh keadaan
- Tidak terpengaruh pujian atau celaan
Semua selain itu mengandung:
- Kelemahan
- Ketidakpastian
- Kekecewaan
- Kehilangan
Hidup untuk Hal yang Lebih Tinggi
Ibnu Hazm menasihati:
Jangan mengorbankan dirimu kecuali
untuk sesuatu yang lebih tinggi darimu.
Dan itu hanya ada pada:
- Allah
- Kebenaran
- Pembelaan terhadap keadilan
- Menolong orang yang tertindas
Nilai Sejati Manusia Menurut Ibnu Hazm
Manusia tidak seharusnya mengukur
dirinya dengan:
- Harta
- Jabatan
- Popularitas
Tetapi dengan:
- Amal saleh
- Keikhlasan
- Pengabdian kepada Allah
Orang berakal tidak akan menjual
dirinya kecuali untuk surga.
Bahaya Riya’ dalam Amal
Ibnu Hazm juga mengingatkan:
Setan menjadikan riya’ (pamer
amal) sebagai perangkap.
Banyak orang:
- Meninggalkan amal karena takut dianggap riya’
- Atau beramal hanya untuk dilihat manusia
Keduanya adalah kesalahan yang
menjauhkan dari ketulusan.
Pelajaran Penting
1.
Tujuan hidup manusia hanya satu
Menghilangkan kegelisahan jiwa.
2.
Jalan yang benar hanya satu
Yaitu amal untuk Allah.
3.
Dunia bukan tujuan akhir
Ia hanya sarana sementara.
4.
Harga manusia adalah surga
Bukan harta atau popularitas.
5.
Ikhlas adalah kunci keselamatan
Dari jebakan riya’ dan kesesatan.
Penutup
Nasihat Ibnu Hazm ini menegaskan
bahwa hidup manusia pada dasarnya sederhana: mencari ketenangan jiwa. Namun
ketenangan itu hanya bisa dicapai melalui satu jalan, yaitu kembali kepada
Allah dan beramal untuk akhirat.
Segala sesuatu selain itu hanyalah
kesia-siaan yang tidak membawa manfaat hakiki. Karena itu, orang berakal tidak
akan menjual dirinya kecuali untuk sesuatu yang paling tinggi nilainya, yaitu
surga Allah.
Wallahu
a‘lam.
Teks
Asli :
فَاعْلَم
أَنه مَطْلُوب وَاحِد وَهُوَ طرد الْهم وَلَيْسَ إِلَيْهِ إِلَّا طَرِيق وَاحِد
وَهُوَ الْعَمَل لله تَعَالَى فَمَا عدا هَذَا فضلال وسخف لَا تبذل نَفسك إِلَّا
فِيمَا هُوَ أَعلَى مِنْهَا وَلَيْسَ ذَلِك إِلَّا فِي ذَات الله عز وجل فِي
دُعَاء إِلَى حق وَفِي حماية الْحَرِيم وَفِي دفع هوان لم يُوجِبهُ عَلَيْك خالقك
تَعَالَى وَفِي نصر مظلوم وباذل نَفسه فِي عرض دنيا كبائع الْيَاقُوت بالحصى لَا
مُرُوءَة لمن لَا دين لَهُ الْعَاقِل لَا يرى لنَفسِهِ ثمنا إِلَّا الْجنَّة
لإبليس فِي ذمّ الرِّيَاء حبالة وَذَلِكَ أَنه رب مُمْتَنع من فعل خير خوف أَن
يظنّ بِهِ الرِّيَاء
Judul Kitab: Al-Akhlaq wa As-Siyar Fi Mudāwāt
an-Nufūs (Akhlak dan Perjalanan Hidup dalam Mengobati Jiwa)
Penulis: Ali bin
Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri (Abu Muhammad Ali
bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri, wafat tahun
456 H)
Baca juga:
Ketenangan Orang yang Beramal untuk Akhirat Menurut IbnuHazm: Rahasia Bahagia di Tengah Ujian Hidup
Akal dan Ketenangan Jiwa Menurut Ibnu Hazm: MenanggalkanPenilaian Manusia dan Mengutamakan Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar