Perbuatan Allah Menurut Imam Al-Ghazali: Memahami Keadilan dan Kekuasaan Allah atas Seluruh Makhluk

Pendahuluan

Salah satu pokok penting dalam akidah Islam adalah meyakini bahwa seluruh perbuatan Allah (Af‘ālullāh) dilandasi oleh hikmah, keadilan, dan kesempurnaan. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan selain Allah, dan segala yang terjadi di alam semesta berlangsung di bawah kekuasaan-Nya. Dalam kitab At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Tusi menjelaskan bahwa seluruh ciptaan merupakan milik Allah, sehingga tidak mungkin Allah berbuat zalim terhadap makhluk-Nya. Keyakinan ini menjadi dasar bagi seorang mukmin untuk menerima ketetapan Allah dengan penuh keimanan dan kebijaksanaan.

Sumber Nasihat :

Kitab: At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk
Bab: الأصل الثامن في أفعاله تعالى (Pokok Kedelapan: Tentang Perbuatan Allah Ta'ala)

Penulis :

Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi (450–505 H / 1058–1111 M) merupakan ulama besar yang dijuluki Hujjatul Islam. Melalui karya-karyanya, beliau menjelaskan prinsip-prinsip akidah yang menumbuhkan keyakinan, ketenangan jiwa, dan akhlak yang mulia.

Tema : Mengimani Seluruh Perbuatan Allah sebagai Wujud Kekuasaan, Keadilan, dan Hikmah-Nya

Terjemahan Lengkap

Pokok Kedelapan: Tentang Perbuatan Allah Ta'ala

Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah ciptaan Allah Ta'ala.

Tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada pencipta selain Dia. Dialah satu-satunya Pencipta.

Apa pun yang Dia ciptakan, seperti kelelahan, penyakit, kemiskinan, kelemahan, ataupun kebodohan, semuanya merupakan keadilan dari-Nya.

Kezaliman tidak mungkin terdapat dalam perbuatan Allah, karena orang yang zalim adalah orang yang bertindak terhadap milik orang lain tanpa hak.

Adapun Allah Ta'ala tidak bertindak kecuali terhadap kerajaan dan milik-Nya sendiri.

Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuasaan yang setara dengan-Nya.

Segala sesuatu yang telah ada, sedang ada, maupun yang akan ada seluruhnya adalah milik-Nya.

Dialah Pemilik Yang Mahamutlak, tanpa tandingan dan tanpa sekutu.

Tidak ada seorang pun yang berhak mengajukan keberatan kepada-Nya dengan pertanyaan, "Mengapa?" atau "Bagaimana?"

Bagi Allah-lah segala hukum dan keputusan dalam seluruh perbuatan-Nya.

Sedangkan kewajiban manusia adalah berserah diri, merenungkan hikmah ciptaan-Nya, dan ridha terhadap ketetapan-Nya.

Artikel Pengembangan

Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah semata. Tidak ada makhluk yang mampu menciptakan sesuatu dari ketiadaan sebagaimana Allah menciptakan. Oleh karena itu, hanya Allah yang berhak disebut sebagai Pencipta secara hakiki.

Beliau kemudian menjelaskan persoalan yang sering dipertanyakan manusia, yaitu mengapa ada penyakit, kemiskinan, kelemahan, atau berbagai bentuk kesulitan dalam kehidupan. Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa semua itu tidak menunjukkan adanya kezaliman dari Allah. Sebaliknya, seluruh ketetapan Allah berlangsung berdasarkan keadilan dan hikmah yang sempurna, meskipun hikmah tersebut tidak selalu dapat dipahami oleh akal manusia.

Penjelasan beliau mengenai kezaliman sangat mendasar. Zalim berarti mengambil atau memperlakukan milik orang lain tanpa hak. Konsep ini tidak dapat disandarkan kepada Allah, karena seluruh alam semesta adalah milik-Nya. Allah tidak bertindak atas milik pihak lain, melainkan atas ciptaan dan kerajaan-Nya sendiri.

Meski demikian, keyakinan bahwa Allah berbuat sesuai kehendak-Nya bukan berarti Allah bertindak tanpa hikmah. Dalam banyak ayat Al-Qur'an ditegaskan bahwa Allah Maha Bijaksana (Al-Hakim) dan Maha Adil. Semua keputusan-Nya mengandung tujuan yang benar, walaupun manusia terkadang hanya memahami sebagian kecil dari hikmah tersebut.

Imam Al-Ghazali juga mengingatkan agar manusia tidak menjadikan pertanyaan "mengapa Allah melakukan ini?" sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan-Nya. Islam mendorong umatnya untuk merenungi hikmah di balik takdir, mencari ilmu, dan berikhtiar menghadapi ujian, namun tetap menyadari bahwa ilmu manusia sangat terbatas dibandingkan ilmu Allah yang sempurna.

Sikap yang diajarkan adalah memadukan ikhtiar, kesabaran, ridha, dan tawakal. Seorang muslim tetap berusaha mengobati penyakit, bekerja mengatasi kemiskinan, dan belajar menghilangkan kebodohan, sembari meyakini bahwa hasil akhirnya berada dalam ketetapan Allah yang Mahabijaksana.

Hikmah

  • Allah adalah satu-satunya Pencipta seluruh alam semesta.
  • Tidak ada sekutu yang menyamai kekuasaan dan kerajaan Allah.
  • Seluruh makhluk dan seluruh kejadian berada dalam kepemilikan Allah.
  • Allah tidak berbuat zalim, karena seluruh keputusan-Nya berlangsung dengan keadilan dan hikmah.
  • Manusia tidak selalu mampu memahami rahasia di balik setiap takdir Allah.
  • Seorang mukmin hendaknya tetap berikhtiar sambil menerima ketetapan Allah dengan sabar dan tawakal.
  • Merenungi ciptaan Allah akan memperkuat keimanan terhadap kebijaksanaan-Nya.
  • Ridha terhadap keputusan Allah bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi menggabungkan usaha yang maksimal dengan kepercayaan penuh kepada-Nya.

Penutup

Pokok kedelapan dalam nasihat Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa seluruh perbuatan Allah didasarkan pada kekuasaan, keadilan, dan hikmah yang sempurna. Dialah satu-satunya Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta, sehingga tidak mungkin berlaku zalim terhadap makhluk-Nya. Apa yang tampak sebagai kesulitan bagi manusia sering kali mengandung hikmah yang belum diketahui. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya memperkuat keimanan dengan terus berikhtiar, bersabar menghadapi ujian, serta ridha terhadap keputusan Allah tanpa kehilangan semangat untuk berbuat kebaikan. Sikap inilah yang melahirkan ketenangan hati dan kepercayaan penuh kepada kebijaksanaan Allah Yang Maha Adil.

Teks Arab :

الأصل الثامن في أفعاله تعالى

وأن جميع ما في العالم مخلوق له تعالى وليس معه شريك ولا خالق بل هو الخالق الواحد، ومهما خلقه من تعب ومرض وفقر وعجز وجهل فعدل منه، ولا يمكن الظلم في أفعاله لأن الظالم هو الذي يتصرف في ملك غيره، والخالق تعالى لا يتصرف إلا في ملكه، وليس معه مالك سواء، وكل ما يكون وهو كائن فهو ملك له، وهو المالك بلا شبيه ولا شريك، وليس لأحد عليه اعتراض بلم وكيف، ولكن له الحكم والأمر في كل أفعاله وما لأحد غير التسليم والنظر إلى صنعه والرضا بقضائه.

Baca juga:

Sifat Qudrah Allah Menurut ImamAl-Ghazali: Allah Mahakuasa atas Segala Sesuatu

Sifat Kalam Allah Menurut ImamAl-Ghazali: Memahami Firman Allah dalam Akidah Islam

Iman kepada Hari Akhir Menurut Imam Al-Ghazali: KehidupanAlam Kubur, Hisab, Shirath, Surga dan Neraka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Simthudduror Makna Pesantren

Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Makna Pesantren | Google Drive Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Ma...