Dalam perenungan panjangnya, ulama
besar Andalusia, Ibnu Hazm, menemukan sebuah hakikat besar tentang kehidupan
manusia: semua orang pada dasarnya mencari satu hal yang sama, yaitu
menghilangkan kegelisahan (ham).
Namun setelah menelusuri seluruh
jalan hidup manusia—baik orang berilmu maupun bodoh, orang saleh maupun
pendosa—beliau sampai pada satu kesimpulan besar: tidak ada jalan yang benar
untuk menghilangkan kegelisahan kecuali kembali kepada Allah dan amal untuk
akhirat.
Teks Terjemahan
Ibnu Hazm berkata:
Ketika telah menetap dalam diriku
ilmu yang agung ini, tersingkaplah bagiku rahasia yang menakjubkan, dan Allah
menganugerahkan cahaya kepada pikiranku berupa harta karun yang besar ini.
Aku kemudian mencari jalan yang
benar-benar dapat mengantarkan kepada penghilangan kegelisahan, yaitu sesuatu
yang menjadi tujuan utama jiwa manusia, yang disepakati oleh seluruh jenis
manusia—baik yang bodoh maupun yang berilmu, yang saleh maupun yang jahat—semuanya
sama-sama mencarinya.
Namun aku tidak menemukan jalan itu
kecuali dengan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla melalui amal untuk akhirat.
Karena sesungguhnya manusia yang
mencari harta, mereka mencari untuk menghilangkan kegelisahan akibat kemiskinan.
Orang yang mencari ketenaran, mereka
melakukannya untuk menghilangkan kegelisahan akibat rasa rendah diri.
Orang yang mencari kenikmatan,
mereka mencarinya untuk menghilangkan kegelisahan karena kehilangan kenikmatan
itu.
Orang yang mencari ilmu, mereka mencarinya
untuk menghilangkan kegelisahan karena kebodohan.
Orang yang suka mendengar kabar dan
bergaul dengan manusia, mereka melakukannya untuk menghilangkan kegelisahan
akibat kesepian.
Demikian pula manusia makan, minum,
menikah, berpakaian, bermain, bepergian, dan berbagai aktivitas lainnya—semua
itu dilakukan untuk menghilangkan kegelisahan yang berlawanan dengan perbuatan
tersebut.
Namun semua itu tidak lepas dari
berbagai gangguan: kesulitan, kehilangan, kegagalan, ketidakmampuan, ketakutan
terhadap pesaing, hasad, pencurian, dan berbagai kerusakan lainnya.
Aku pun mendapati bahwa amal untuk
akhirat adalah satu-satunya jalan yang selamat dari segala cacat, murni dari
segala kotoran, dan benar-benar mengantarkan kepada hilangnya kegelisahan
secara hakiki.
Kegelisahan: Pusat Gerakan Hidup Manusia
Ibnu Hazm menegaskan bahwa seluruh
aktivitas manusia pada dasarnya berputar pada satu tujuan:
Menghilangkan kegelisahan.
Tidak ada satu pun manusia yang
bergerak tanpa alasan ini.
- Orang kaya bekerja untuk menghilangkan takut miskin
- Orang terkenal mengejar popularitas untuk menghilangkan
rasa hina
- Orang yang bersenang-senang mencari pelarian dari
kesedihan
- Orang yang berilmu mencari kepastian untuk
menghilangkan kebodohan
Namun semua itu bersifat sementara
dan tidak stabil.
Semua Jalan Dunia Penuh Risiko dan Kekurangan
Ibnu Hazm menjelaskan bahwa semua
jalan dunia mengandung masalah:
- Harta bisa hilang
- Popularitas bisa runtuh
- Kenikmatan bisa berakhir
- Ilmu bisa tidak cukup
- Hubungan bisa rusak
- Usaha bisa gagal
Selain itu, setiap pencapaian dunia
juga membawa risiko:
- Hasad dari orang lain
- Persaingan yang tidak sehat
- Ketakutan kehilangan
- Kecemasan masa depan
- Dosa dan penyesalan
Inilah sebabnya dunia tidak pernah
benar-benar memberikan ketenangan total.
Amal Akhirat: Jalan yang Bersih dari Kegelisahan
Berbeda dengan semua itu, amal untuk
akhirat memiliki keistimewaan:
- Tidak bergantung pada manusia
- Tidak terpengaruh oleh dunia
- Tidak rusak oleh waktu
- Tidak hilang oleh keadaan
Amal akhirat menjadi satu-satunya
jalan yang benar-benar membawa ketenangan jiwa.
Mengapa Hanya Amal Akhirat yang Menenangkan?
Karena amal akhirat:
- Dilakukan karena Allah
- Tidak bergantung pada hasil dunia
- Tidak terikat pada pujian manusia
- Tidak takut kehilangan
Sehingga hati menjadi lebih tenang
dan tidak terombang-ambing oleh keadaan.
Pelajaran Penting
1.
Semua manusia mencari ketenangan
Namun banyak yang salah jalan.
2.
Dunia tidak pernah bebas dari kegelisahan
Karena selalu ada kekurangan dan
risiko.
3.
Amal akhirat adalah jalan paling aman
Karena bersumber dari Allah dan
kembali kepada-Nya.
4.
Ketenangan sejati hanya ada dalam iman
Bukan dalam harta, jabatan, atau
kenikmatan dunia.
Penutup
Nasihat Ibnu Hazm ini menunjukkan
bahwa seluruh perjalanan manusia pada akhirnya adalah usaha untuk menghilangkan
kegelisahan. Namun tidak semua jalan membawa kepada hasil yang sama.
Dunia menawarkan banyak cara, tetapi
semuanya penuh risiko dan ketidakpastian. Hanya amal untuk akhirat yang
benar-benar bersih, aman, dan membawa ketenangan sejati.
Karena itu, siapa pun yang ingin
menemukan ketenangan hakiki harus kembali kepada Allah dan menjadikan akhirat
sebagai tujuan utama hidupnya.
Wallahu
a‘lam.
Teks
Asli :
فَلَمَّا
اسْتَقر فِي نَفسِي هَذَا الْعلم الرفيع وانكشف لي هَذَا السِّرّ العجيب وأنار
الله تَعَالَى لفكري هَذَا الْكَنْز الْعَظِيم بحثت عَن سَبِيل موصلة على
الْحَقِيقَة إِلَى طرد الْهم الَّذِي هُوَ الْمَطْلُوب للنَّفس الَّذِي اتّفق
جَمِيع أَنْوَاع الْإِنْسَان الْجَاهِل مِنْهُم والعالم والصالح والطالح على
السَّعْي لَهُ فَلم أَجدهَا إِلَّا التَّوَجُّه إِلَى الله عز وجل بِالْعَمَلِ
للآخرة وَإِلَّا فَإِنَّمَا طلب المَال طلابه ليطردوا بِهِ هم الْفقر عَن أنفسهم
وَإِنَّمَا طلب الصَّوْت من طلبه ليطرد بِهِ عَن نَفسه هم الاستعلاء عَلَيْهَا
وَإِنَّمَا طلب اللَّذَّات من طلبَهَا ليطرد بهَا عَن نَفسه هم فَوتهَا وَإِنَّمَا
طلب الْعلم من طلبه ليطرد بِهِ عَن نَفسه هم الْجَهْل وَإِنَّهَا هش إِلَى سَماع
الْأَخْبَار ومحادثة النَّاس من يطْلب ذَلِك ليطرد بهَا عَن نَفسه هم التوحد ومغيب
أَحْوَال الْعَالم عَنهُ وَإِنَّمَا أكل من أكل وَشرب من شرب ونكح من نكح وَلبس من
لبس وَلعب من لعب واكتن من اكتن وَركب من ركب وَمَشى من مَشى وتودع من تودع
ليطردوا عَن أنفسهم أضداد هَذِه الْأَفْعَال وَسَائِر الهموم وَفِي كل مَا ذكرنَا
لمن تدبره هموم حَادِثَة لَا بُد لَهَا من عوارض تعرض فِي خلالها وَتعذر مَا
يتَعَذَّر مِنْهَا وَذَهَاب مَا يُوجد مِنْهَا وَالْعجز عَنهُ لبَعض الْآفَات
الكائنة وايضا نتائج سوء تنْتج بالحصول على مَا حصل عَلَيْهِ من كل ذَلِك من خوف
منافس أَو طعن حَاسِد أَو إختلاس رَاغِب أَو اقتناء عَدو مَعَ الذَّم وَالْإِثْم
وَغير ذَلِك وَوجدت للْعَمَل للآخرة سالما من كل عيب خَالِصا من كل كدر موصلا إِلَى
طرد الْهم على الْحَقِيقَة
Judul Kitab: Al-Akhlaq wa As-Siyar Fi Mudāwāt
an-Nufūs (Akhlak dan Perjalanan Hidup dalam Mengobati Jiwa)
Penulis: Ali bin
Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri (Abu Muhammad Ali
bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri, wafat tahun
456 H)
Baca juga:
Rahasia Tujuan Hidup Menurut Ibnu Hazm: Semua ManusiaMencari Cara Menghilangkan Kegelisahan
Ragam Tujuan Hidup ManusiaMenurut Ibnu Hazm: Antara Dunia, Akhirat, dan Ketenangan Jiwa
Ketenangan Orang yang Beramal untuk Akhirat Menurut IbnuHazm: Rahasia Bahagia di Tengah Ujian Hidup

Tidak ada komentar:
Posting Komentar