Ragam Tujuan Hidup Manusia Menurut Ibnu Hazm: Antara Dunia, Akhirat, dan Ketenangan Jiwa

Pendahuluan

Dalam kitab Al-Akhlaq wa As-Siyar fi Mudawati an-Nufus, ulama besar Andalusia, Ibnu Hazm, menjelaskan dengan sangat tajam tentang keragaman tujuan manusia dalam kehidupan.

Menurut beliau, manusia tampak memiliki tujuan yang berbeda-beda, namun semua itu pada dasarnya adalah cara untuk mengatasi kegelisahan dan mencari ketenangan jiwa.

Teks Terjemahan

Ibnu Hazm berkata:

Setiap tujuan selain tujuan akhirat, di antara manusia ada yang tidak menyukainya.

Karena di antara manusia ada yang tidak memiliki agama, sehingga ia tidak beramal untuk akhirat.

Di antara manusia ada ahli keburukan yang tidak menginginkan kebaikan, tidak menginginkan keamanan, dan tidak menginginkan kebenaran.

Di antara manusia ada yang lebih memilih hidup rendah hati dan tidak terkenal, karena keinginan dan kehendaknya sendiri, daripada ketenaran.

Di antara manusia ada yang tidak menginginkan harta, bahkan lebih memilih tidak memilikinya, sebagaimana banyak para nabi ‘alaihimus salam, para zuhud, dan para filsuf.

Di antara manusia ada yang secara tabiat membenci kenikmatan dunia dan merendahkan para pencarinya, seperti mereka yang lebih memilih meninggalkan harta daripada mengumpulkannya.

Di antara manusia ada pula yang lebih memilih kebodohan daripada ilmu, sebagaimana banyak orang awam yang kita lihat.

Itulah berbagai tujuan manusia yang tidak memiliki satu tujuan tunggal yang sama.

Tidak ada seorang pun di dunia ini sejak awal penciptaannya hingga akhir zaman yang benar-benar menyukai kegelisahan atau ingin menjadikannya tetap ada dalam dirinya.

Keragaman Tujuan Manusia di Dunia

Ibnu Hazm menggambarkan bahwa manusia memiliki perbedaan besar dalam hal tujuan hidup:

1. Ada yang tidak beriman

Mereka tidak menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup.

2. Ada yang memilih keburukan

Mereka tidak mencari kebenaran, keamanan, atau kebaikan.

3. Ada yang memilih hidup sederhana

Mereka menjauhi ketenaran dan popularitas.

4. Ada yang menolak harta

Seperti sebagian nabi, orang zuhud, dan orang bijak yang tidak menjadikan kekayaan sebagai tujuan.

5. Ada yang membenci kenikmatan dunia

Mereka menganggap dunia tidak bernilai dibandingkan kehidupan spiritual.

6. Ada yang memilih kebodohan

Sebagian manusia justru tidak menginginkan ilmu.

Dunia Tidak Memiliki Satu Tujuan Universal

Ibnu Hazm menegaskan bahwa tidak ada satu tujuan dunia yang disepakati oleh seluruh manusia.

Setiap orang memiliki:

  • Orientasi berbeda
  • Nilai berbeda
  • Standar kebahagiaan berbeda
  • Prioritas hidup berbeda

Namun semuanya tetap bergerak untuk satu hal yang sama secara tidak sadar: menghindari kegelisahan.

Tidak Ada yang Mencintai Kegelisahan

Poin paling penting dari nasihat ini adalah:

Tidak ada satu manusia pun yang menyukai kegelisahan atau ingin mempertahankannya dalam hidupnya.

Semua manusia, tanpa kecuali, berusaha:

  • Menghilangkan rasa takut
  • Mengurangi kesedihan
  • Mencari ketenangan
  • Menjauh dari tekanan batin

Perbedaan mereka hanya terletak pada cara, bukan tujuan.

Analisis Makna Mendalam

Dari sudut pandang Ibnu Hazm, kehidupan manusia dapat dipahami sebagai:

  • Pencarian tanpa henti terhadap ketenangan
  • Perjalanan untuk menghindari penderitaan batin
  • Usaha mengisi kekosongan jiwa

Namun tidak semua orang mengetahui jalan yang benar menuju ketenangan tersebut.

Pelajaran Penting

1. Manusia sangat beragam dalam tujuan hidup

Tidak ada satu pola yang sama pada semua orang.

2. Dunia bukan tujuan akhir yang seragam

Setiap orang menilai dunia dengan cara berbeda.

3. Kegelisahan adalah musuh bersama manusia

Semua manusia ingin menghindarinya.

4. Hanya jalan yang benar yang membawa ketenangan sejati

Yaitu iman dan amal saleh.

Penutup

Nasihat Ibnu Hazm ini menunjukkan bahwa meskipun manusia berbeda-beda dalam tujuan hidup mereka, pada hakikatnya mereka semua sedang berjuang melawan satu hal yang sama: kegelisahan dalam jiwa.

Ada yang mencarinya melalui harta, ada yang melalui ilmu, ada yang melalui ketenaran, dan ada pula yang melalui kesederhanaan. Namun tidak semua jalan itu membawa kepada ketenangan sejati.

Ketenangan yang hakiki hanya dapat ditemukan melalui jalan yang benar, yaitu mendekat kepada Allah dan memperbaiki amal untuk akhirat.

Wallahu a‘lam.

Teks Asli :

وكل غَرَض غَيره فَفِي النَّاس من لَا يستحسنه إِذْ فِي النَّاس من لَا دين لَهُ فَلَا يعْمل للآخرة وَفِي النَّاس من أهل الشَّرّ من لَا يُرِيد الْخَيْر وَلَا الْأَمْن وَلَا الْحق وَفِي النَّاس من يُؤثر الخمول بهواه وإرادته على بعد الصيت وَفِي النَّاس من لَا يُرِيد المَال ويؤثر عَدمه على وجوده ككثير من الْأَنْبِيَاء عليهم السلام وَمن تلاهم من الزهاد والفلاسفة وَفِي النَّاس من يبغض اللَّذَّات بطبعه ويستنقص طالبها كمن ذكرنَا من المؤثرين فقد المَال على اقتنائه وَفِي النَّاس من يُؤثر الْجَهْل على الْعلم كأكثر من ترى من الْعَامَّة وَهَذِه هِيَ أغراض النَّاس الَّتِي لَا غَرَض لَهُم سواهَا وَلَيْسَ فِي الْعَالم مذ كَانَ إِلَى أَن يتناهى أحد يستحسن الْهم وَلَا يُرِيد طرده عَن نَفسه

Judul Kitab: Al-Akhlaq wa As-Siyar Fi Mudāwāt an-Nufūs (Akhlak dan Perjalanan Hidup dalam Mengobati Jiwa)

Penulis: Ali bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri (Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri, wafat tahun 456 H)

Baca juga:

Rahasia Menghilangkan Kegelisahan Menurut Ibnu Hazm:Jalan Menuju Allah sebagai Satu-Satunya Solusi Hidup

Hakikat Dunia Menurut Ibnu Hazm: Semua Harapan Berujung Kesedihan, Kecuali Amal Akhirat

Sahabat Setia dalam Cinta: Nikmat Terbesar yang Sering Dilupakan Para Pecinta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Simthudduror Makna Pesantren

Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Makna Pesantren | Google Drive Download Kitab PDF : Maulid Simthudduror Ma...