Pendahuluan
Dalam kehidupan manusia, setiap
orang memiliki keinginan, tujuan, dan cita-cita yang berbeda-beda. Namun, ulama
besar Andalusia, Ibnu Hazm, mengungkap sebuah fakta yang sangat mendalam
tentang hakikat tujuan manusia.
Menurut beliau, meskipun manusia
tampak berbeda dalam keinginan, pada hakikatnya mereka semua memiliki satu
tujuan yang sama: menghilangkan kegelisahan (ham).
Inilah inti dari seluruh gerakan
manusia di dunia, baik dalam ucapan maupun tindakan.
Teks Terjemahan
Ibnu Hazm berkata:
Adapun di akhirat, sesungguhnya
surga memiliki satu tujuan yang dicari, yang dianggap baik oleh semua manusia
dan dicari oleh mereka.
Aku tidak menemukan tujuan itu
kecuali satu, yaitu menghilangkan kegelisahan.
Ketika aku merenungkannya, aku
mengetahui bahwa manusia sebenarnya tidak sama dalam menilai kebaikan itu,
tidak pula dalam mencarinya secara sempurna.
Namun aku melihat mereka, dengan
perbedaan hawa nafsu, keinginan, cita-cita, dan kehendak mereka, tidak bergerak
sedikit pun kecuali untuk sesuatu yang mereka harapkan dapat menghilangkan
kegelisahan dari diri mereka.
Mereka juga tidak berbicara kecuali
untuk hal yang mereka anggap dapat menghilangkan kegelisahan tersebut.
Di antara mereka ada yang salah
arah, ada yang hampir benar, dan ada yang benar—namun jumlah yang benar sangat
sedikit.
Maka menghilangkan kegelisahan
adalah jalan hidup yang disepakati oleh seluruh umat manusia sejak Allah
menciptakan dunia hingga berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya alam
akhirat, bahwa manusia tidak boleh bergantung pada apa pun selain itu.
Kegelisahan: Masalah Universal Semua Manusia
Ibnu Hazm membuka dengan sebuah
observasi mendalam: semua manusia bergerak karena ingin menghilangkan
kegelisahan dalam dirinya.
Walaupun bentuknya berbeda-beda,
inti dorongan manusia tetap sama:
- Orang kaya mencari ketenangan dari takut miskin
- Orang miskin mencari ketenangan dari penderitaan hidup
- Orang berilmu mencari ketenangan dari ketidaktahuan
- Orang berkuasa mencari ketenangan dari ancaman dan kehilangan
jabatan
Semua aktivitas manusia pada
akhirnya adalah usaha untuk menghilangkan rasa tidak nyaman di dalam hati.
Semua Tindakan Manusia Berpusat pada Satu Tujuan
Menurut Ibnu Hazm, manusia:
- Tidak berbicara kecuali untuk mengurangi kegelisahan
- Tidak bergerak kecuali untuk mencari ketenangan
- Tidak berusaha kecuali untuk menghilangkan kekhawatiran
Ini berarti bahwa seluruh sistem
kehidupan manusia dibangun di atas satu dorongan psikologis yang sama.
Namun masalahnya, tidak semua orang
mengetahui cara yang benar untuk mencapainya.
Tiga Kelompok Manusia dalam Mencari Ketenangan
Ibnu Hazm membagi manusia menjadi
tiga kategori:
1.
Orang yang salah jalan
Mereka mencari ketenangan di tempat
yang keliru, seperti harta, jabatan, atau syahwat berlebihan.
2.
Orang yang hampir benar
Mereka mendekati kebenaran, tetapi
masih tercampur dengan kesalahan dalam niat atau cara.
3.
Orang yang benar (jumlah sedikit)
Mereka benar-benar memahami bahwa
ketenangan sejati hanya datang dari Allah dan amal yang benar.
Kelompok ini adalah yang paling
sedikit di antara manusia.
Mengapa Hanya Sedikit yang Benar?
Karena kebanyakan manusia
terpengaruh oleh:
- Hawa nafsu
- Ambisi dunia
- Ketidaktahuan tentang hakikat hidup
- Pengaruh lingkungan
Akibatnya, mereka mengira bahwa
ketenangan bisa diperoleh dari dunia, padahal dunia tidak pernah memberikan
ketenangan permanen.
Ketenangan Sejati Menurut Ibnu Hazm
Dari seluruh analisisnya, Ibnu Hazm
menyimpulkan bahwa:
Tidak ada sesuatu pun yang layak
dijadikan tujuan hidup selain menghilangkan kegelisahan melalui jalan yang
benar.
Namun jalan yang benar itu bukan
dunia, melainkan:
- Iman kepada Allah
- Amal saleh
- Mengikuti kebenaran
- Menjauhi dosa
Hanya inilah yang benar-benar dapat
menghapus kegelisahan secara hakiki.
Ketenangan Dunia vs Ketenangan Hakiki
|
Ketenangan
Dunia |
Ketenangan
Hakiki |
|
Sementara |
Kekal |
|
Mudah hilang |
Stabil |
|
Bergantung pada keadaan |
Bergantung pada iman |
|
Sering berubah menjadi cemas |
Selalu menenangkan |
Pelajaran Penting dari Nasihat Ibnu Hazm
1.
Semua manusia sebenarnya mencari hal yang sama
Yaitu ketenangan dan hilangnya
kegelisahan.
2.
Dunia tidak pernah benar-benar menghilangkan kegelisahan
Ia hanya menunda atau menggantinya
dengan kegelisahan baru.
3.
Hanya jalan Allah yang benar
Karena hanya Allah yang mampu
memberikan ketenangan sejati.
4.
Sedikit orang yang benar-benar menemukan jalan itu
Karena banyak manusia tersesat dalam
pencarian mereka.
Penutup
Renungan Ibnu Hazm ini membuka mata
kita bahwa di balik semua aktivitas manusia, sebenarnya ada satu tujuan yang
sama: mencari ketenangan dan menghilangkan kegelisahan.
Namun tidak semua orang mengetahui
jalan yang benar untuk mencapainya. Sebagian tersesat dalam dunia, sebagian
hampir benar, dan hanya sedikit yang benar-benar sampai kepada hakikat
ketenangan.
Jalan yang benar itu adalah kembali
kepada Allah, beramal untuk akhirat, dan menjadikan iman sebagai pusat
kehidupan.
Dengan demikian, kegelisahan bukan
hanya dihilangkan, tetapi diganti dengan ketenangan yang abadi.
Wallahu
a‘lam.
Teks
Asli :
وَأما فِي
الآجل فالجنة تطلبت غَرضا يَسْتَوِي النَّاس كلهم فِي استحسانه وَفِي طلبه فَلم
أَجِدهُ إِلَّا وَاحِدًا وَهُوَ طرد الْهم فَلَمَّا تدبرته علمت أَن النَّاس كلهم
لم يستووا فِي استحسانه فَقَط وَلَا فِي طلبه فَقَط وَلَكِن رَأَيْتهمْ على
اخْتِلَاف أهوائهم ومطالبهم وتباين هممهم وإراداتهم لَا يتحركون حَرَكَة أصلا
إِلَّا فِيمَا يرجون بِهِ طرد الْهم وَلَا ينطقون بِكَلِمَة أصلا إِلَّا فِيمَا
يعانون بِهِ إزاحته عَن أنفسهم فَمن مُخطئ وَجه سَبيله وَمن مقارب للخطأ وَمن
مُصِيب وَهُوَ الْأَقَل من النَّاس فِي الْأَقَل من أُمُوره فطرد الْهم مَذْهَب قد
اتّفقت الْأُمَم كلهَا مذ خلق الله تَعَالَى الْعَالم إِلَى أَن يتناهى عَالم
الِابْتِدَاء ويعاقبه عَالم الْحساب على أَن لَا يعتمدوا بسعيهم شَيْئا سواهُ
Judul Kitab: Al-Akhlaq wa As-Siyar Fi Mudāwāt
an-Nufūs (Akhlak dan Perjalanan Hidup dalam Mengobati Jiwa)
Penulis: Ali bin
Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri (Abu Muhammad Ali
bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri, wafat tahun
456 H)
Baca juga:
Sahabat Setia dalam Cinta: Nikmat Terbesar yang Sering Dilupakan Para Pecinta
Kelezatan Akal dan Ilmu Lebih Tinggi daripada Kesenangan Dunia: Renungan Mendalam dari Ibnu Hazm
Ragam Tujuan Hidup Manusia Menurut Ibnu Hazm: AntaraDunia, Akhirat, dan Ketenangan Jiwa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar