Pendahuluan
Keimanan kepada para rasul merupakan
salah satu rukun iman yang menjadi dasar akidah Islam. Allah tidak membiarkan
manusia menjalani kehidupan tanpa petunjuk. Karena kasih sayang dan rahmat-Nya,
Allah mengutus para nabi untuk membimbing manusia menuju jalan kebahagiaan
dunia dan akhirat. Dalam kitab At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk,
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Tusi menjelaskan bahwa puncak
dari seluruh risalah kenabian adalah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi. Melalui beliau, agama Islam mencapai
kesempurnaannya sehingga tidak ada lagi nabi yang diutus setelahnya.
Sumber Nasihat :
Kitab: At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk
Bab: الأصل العاشر في ذكر رسول الله ﷺ (Pokok Kesepuluh: Tentang Rasulullah ﷺ)
Penulis :
Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad
Al-Ghazali Ath-Thusi (450–505 H / 1058–1111 M) adalah
ulama besar yang dikenal dengan gelar Hujjatul Islam. Beliau
menghasilkan banyak karya dalam bidang akidah, fikih, akhlak, dan tasawuf.
Dalam kitab At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk, beliau mengawali
nasihat kepada para pemimpin dengan memperkuat fondasi keimanan sebelum
membahas urusan pemerintahan.
Tema :
Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Penutup Para Nabi dan Pembawa
Petunjuk bagi Seluruh Manusia
Terjemahan Lengkap
Pokok
Kesepuluh: Tentang Rasulullah ﷺ
Tatkala Allah Ta'ala telah
menetapkan seluruh ketentuan-Nya dan menjadikan kehidupan manusia beserta
segala keadaan, usaha, dan amal mereka, di mana sebagian menjadi sebab
kebahagiaan dan sebagian lainnya menjadi sebab kesengsaraan, sedangkan manusia
tidak mampu mengetahui semua itu dengan dirinya sendiri,
maka Allah Ta'ala, karena karunia,
rahmat, kemurahan, dan nikmat-Nya, menciptakan para malaikat, lalu mengutus
mereka kepada orang-orang yang sejak azali telah ditetapkan memperoleh
kebahagiaan, yaitu para nabi, semoga shalawat dan salam tercurah kepada mereka.
Kemudian Allah mengutus para nabi
kepada seluruh manusia agar mereka menjelaskan jalan kebahagiaan dan jalan
kesengsaraan, sehingga manusia tidak memiliki alasan lagi di hadapan Allah.
Selanjutnya Allah mengutus Nabi
kita, Muhammad ﷺ, sebagai nabi yang
terakhir.
Allah menjadikan beliau sebagai
pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang taat dan pemberi peringatan bagi
orang-orang yang ingkar.
Melalui beliau, Allah menyempurnakan
risalah kenabian sehingga tidak ada lagi ruang untuk penambahan setelahnya.
Oleh karena itu, Allah menjadikan
beliau sebagai penutup para nabi, sehingga tidak ada nabi lagi sesudah
beliau.
Allah memerintahkan seluruh makhluk
dari golongan manusia dan jin agar menaati dan mengikuti beliau.
Allah juga menjadikan beliau sebagai
pemimpin seluruh manusia, baik generasi terdahulu maupun generasi yang datang
kemudian.
Dan Allah menjadikan para sahabat
beliau sebagai sebaik-baik sahabat para nabi. Semoga shalawat dan keridaan
Allah tercurah kepada mereka semua.
Artikel Pengembangan
Imam Al-Ghazali mengawali pembahasan
tentang Rasulullah ﷺ dengan menjelaskan
kebutuhan manusia terhadap wahyu. Menurut beliau, akal manusia memiliki
kemampuan untuk berpikir dan mengambil pelajaran, tetapi tidak mampu mengetahui
secara sempurna jalan yang mengantarkan kepada kebahagiaan akhirat. Oleh karena
itu, Allah mengutus para nabi sebagai pembimbing yang menjelaskan perintah,
larangan, serta jalan keselamatan.
Seluruh nabi membawa ajaran tauhid
yang sama, yaitu mengajak manusia menyembah Allah semata. Namun, rangkaian
kenabian mencapai puncaknya dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Beliau tidak hanya diutus untuk suatu kaum atau wilayah
tertentu, tetapi sebagai rasul bagi seluruh umat manusia dan jin hingga akhir
zaman.
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa
Nabi Muhammad ﷺ adalah khatam
al-anbiyā' (penutup para nabi). Maksudnya, risalah kenabian telah sempurna
melalui beliau sehingga tidak ada lagi nabi yang akan datang setelahnya.
Kesempurnaan syariat Islam menjadi bukti bahwa manusia telah memperoleh
petunjuk yang lengkap untuk menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri
menuju akhirat.
Beliau juga menyebut Rasulullah ﷺ sebagai basyīran wa nadhīran, yaitu
pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta
pemberi peringatan bagi mereka yang mengingkari petunjuk Allah. Kehadiran
beliau merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk agar tidak
tersesat dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, Imam Al-Ghazali
mengingatkan bahwa menaati Rasulullah ﷺ
merupakan kewajiban bagi seluruh manusia dan jin. Ketaatan kepada beliau bukan
hanya dalam perkara ibadah, tetapi juga dalam akhlak, muamalah, kepemimpinan,
dan seluruh aspek kehidupan. Sunnah beliau menjadi pedoman praktis dalam
mengamalkan ajaran Al-Qur'an.
Di akhir pembahasan, Imam Al-Ghazali
memuji para sahabat Rasulullah ﷺ sebagai generasi
terbaik. Mereka adalah orang-orang yang menerima, menjaga, dan menyampaikan
ajaran Islam kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, mencintai para
sahabat serta menghormati perjuangan mereka merupakan bagian dari penghormatan
terhadap risalah Nabi Muhammad ﷺ.
Hikmah
- Allah mengutus para nabi sebagai rahmat dan petunjuk
bagi umat manusia.
- Manusia membutuhkan wahyu karena akal memiliki
keterbatasan dalam mengetahui jalan keselamatan.
- Nabi Muhammad ﷺ
adalah penutup seluruh nabi dan rasul.
- Risalah Islam telah sempurna sehingga tidak ada nabi
setelah Rasulullah ﷺ.
- Seluruh manusia dan jin diperintahkan untuk menaati
serta mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.
- Rasulullah ﷺ
adalah pembawa kabar gembira bagi orang beriman dan pemberi peringatan
bagi orang yang ingkar.
- Para sahabat Nabi merupakan generasi terbaik yang
menjadi teladan dalam memahami dan mengamalkan Islam.
- Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
merupakan jalan menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.
Penutup
Pokok kesepuluh dalam nasihat Imam
Al-Ghazali menegaskan bahwa pengutusan Nabi Muhammad ﷺ
merupakan puncak rahmat Allah kepada umat manusia. Melalui beliau, jalan menuju
kebahagiaan dunia dan akhirat dijelaskan secara sempurna. Sebagai penutup para
nabi, Rasulullah ﷺ membawa syariat yang
berlaku hingga hari kiamat dan menjadi pedoman bagi seluruh manusia dan jin.
Oleh karena itu, keimanan kepada beliau harus diwujudkan dengan mencintai,
menaati, serta meneladani sunnahnya dalam setiap aspek kehidupan. Dengan
mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ, seorang muslim akan
memperoleh petunjuk yang benar dan bekal terbaik untuk menghadap Allah pada
hari akhir.
Teks Arab :
الأصل العاشر في ذكر رسول الله ﷺ
ولما قدّر الله تعالى هذا التقدير
وجعل الإنسان وأحواله، واكتسابه وأعماله، منها ما هو سبب لسعادته، ومنها ما هو سبب
لشقاوته، والإنسان لا يقدر أن يعرف ذلك من تلقاء نفسه، خلق الله تعالى، بحكم فضله
ورحمته، وطوله ومنته، ملائكة وبعثهم إلى أشخاص قد حكم لهم بالسعادة في الأزل وهم
الأنبياء، عليهم الصلاة والسلام، فأرسلهم إلى الخلق ليوضحوا لهم طرق السعادة
والشقاوة لئلا يكون للناس على الله حجة، وأرسل نبينا محمدًا ﷺ آخرًا، وجعله بشيرًا
ونذيرًا، فأوصل نبوّته إلى درجة الكمال، فلم يبقَ للزيادة فيه مجال، ولهذا جعله
خاتم الأنبياء فلا نبي بعده، وأمر الخلائق من الأنس والجن بطاعته واتباعه وجعله
سيد الأولين والآخرين، وجعل أصحابه خير أصحاب الأنبياء، صلوات الله عليهم أجمعين.
Baca juga:
Perbuatan Allah Menurut ImamAl-Ghazali: Memahami Keadilan dan Kekuasaan Allah atas Seluruh Makhluk
Cabang-Cabang Iman Menurut Imam Al-Ghazali: HubunganIman, Amal Saleh, dan Keadilan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar