Keutamaan Ilmu Menurut Ulama: Mengapa Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban bagi Setiap Muslim?

Keutamaan ilmu sangat besar di dunia dan akhirat. Pelajari manfaat ilmu, bahaya kebodohan, dan alasan wajib menuntut ilmu

Pendahuluan: Mengapa Ilmu Menjadi Harta Paling Berharga?

Dalam kehidupan manusia, ada banyak hal yang dikejar: harta, jabatan, popularitas, dan berbagai kenikmatan dunia. Namun para ulama sejak dahulu sepakat bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada ilmu.

Harta dapat habis, jabatan dapat dicabut, dan popularitas dapat hilang dalam sekejap. Akan tetapi ilmu yang bermanfaat akan tetap melekat pada pemiliknya, menjadi cahaya bagi dirinya, serta memberi manfaat kepada orang lain bahkan setelah ia meninggal dunia.

Perkataan hikmah yang kita bahas kali ini menjelaskan betapa agungnya kedudukan ilmu dan betapa buruknya kebodohan. Kalimat-kalimat tersebut bukan hanya nasihat, tetapi juga peta jalan bagi siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.

Terjemahan Teks

"Ilmu, seandainya tidak memiliki keutamaan selain bahwa orang-orang bodoh merasa segan dan menghormatimu, serta para ulama mencintai dan memuliakanmu, maka itu saja sudah cukup menjadi alasan kuat untuk mewajibkan pencariannya. Maka bagaimana lagi jika ditambah dengan berbagai keutamaannya di dunia dan akhirat?

Dan seandainya kebodohan tidak memiliki kekurangan selain bahwa pelakunya dengki kepada para ulama dan iri kepada sesama orang bodoh, maka itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk lari darinya. Maka bagaimana lagi jika ditambah dengan berbagai keburukannya di dunia dan akhirat?

Seandainya manfaat ilmu dan kesibukan dengannya tidak ada selain bahwa ilmu memutus seseorang dari bisikan-bisikan yang melelahkan, angan-angan kosong yang hanya menghasilkan kegelisahan, serta pikiran-pikiran yang menyakitkan jiwa, maka itu saja sudah menjadi pendorong terbesar untuk mencarinya. Maka bagaimana lagi jika ilmu memiliki begitu banyak keutamaan yang tidak mungkin disebutkan seluruhnya? Bahkan apa yang telah disebutkan hanyalah sebagian kecil dari manfaat yang diperoleh oleh seorang pencari ilmu."

Keutamaan Ilmu: Membuat Pemiliknya Dihormati

Penulis menjelaskan bahwa salah satu keutamaan ilmu adalah membuat pemiliknya dihormati oleh banyak orang.

Orang yang berilmu memiliki wibawa yang tidak dapat dibeli dengan uang. Bahkan orang-orang yang tidak memahami ilmu sekalipun biasanya tetap menghormati mereka yang memiliki pengetahuan.

Hal ini dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ulama, guru, atau ahli yang memiliki ilmu sering kali mendapatkan penghormatan yang tidak diberikan kepada orang lain yang hanya memiliki kekayaan.

Mengapa demikian?

Karena ilmu adalah sumber manfaat. Manusia secara fitrah menghormati orang yang mampu memberi petunjuk, solusi, dan bimbingan.

Allah mengangkat derajat orang-orang berilmu di atas manusia lainnya. Semakin tinggi ilmu seseorang disertai ketakwaan dan akhlak yang baik, semakin besar pula penghormatan yang diberikan kepadanya.

Para Ulama Mencintai Sesama Pencari Ilmu

Keutamaan lain yang disebutkan dalam teks adalah bahwa para ulama mencintai dan memuliakan orang yang menuntut ilmu.

Hubungan antara ahli ilmu berbeda dengan hubungan yang dibangun atas dasar kepentingan dunia.

Persahabatan yang lahir dari ilmu biasanya dibangun di atas:

  • Keikhlasan
  • Kecintaan kepada kebenaran
  • Semangat saling menasihati
  • Keinginan untuk berkembang bersama

Karena itu para penuntut ilmu sering menemukan lingkungan yang penuh keberkahan. Mereka duduk bersama orang-orang saleh, berdiskusi tentang kebaikan, dan saling membantu dalam ketaatan.

Inilah salah satu nikmat yang tidak dapat diukur dengan materi.

Kebodohan Melahirkan Kedengkian

Sebaliknya, penulis menjelaskan bahwa salah satu akibat kebodohan adalah munculnya rasa dengki terhadap orang-orang berilmu.

Orang yang tidak memahami nilai ilmu sering merasa terancam oleh keberhasilan orang lain. Ketika melihat seorang ulama dihormati masyarakat, ia tidak berusaha belajar, tetapi justru iri hati.

Inilah penyakit yang sangat berbahaya.

Kedengkian membuat seseorang:

  • Sulit menerima kebenaran
  • Menolak nasihat
  • Membenci orang saleh
  • Merusak ketenangan batin

Karena itu para ulama mengatakan bahwa ilmu melahirkan kerendahan hati, sedangkan kebodohan sering melahirkan kesombongan.

Semakin luas ilmu seseorang, semakin ia menyadari betapa sedikit yang telah diketahuinya.

Ilmu Menyelamatkan Jiwa dari Pikiran yang Melelahkan

Salah satu poin paling menarik dalam teks ini adalah penjelasan bahwa ilmu mampu membebaskan manusia dari berbagai pikiran yang menyiksa.

Banyak orang hidup dalam kegelisahan karena:

  • Terlalu banyak berangan-angan
  • Memikirkan hal yang tidak bermanfaat
  • Terjebak dalam kecemasan
  • Sibuk dengan gosip dan urusan orang lain

Sebaliknya, orang yang sibuk dengan ilmu memiliki tujuan yang jelas.

Waktunya dipenuhi dengan:

  • Membaca
  • Meneliti
  • Menghafal
  • Menulis
  • Mengajar
  • Berdiskusi tentang kebaikan

Kesibukan seperti ini menjaga hati dari berbagai penyakit yang muncul akibat kekosongan jiwa.

Karena itulah banyak ulama menganggap menuntut ilmu sebagai salah satu terapi terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual.

Ilmu Mengarahkan Manusia kepada Tujuan Hidup

Ketika seseorang tidak memiliki ilmu, ia mudah kehilangan arah.

Ia mungkin bekerja keras sepanjang hidupnya, tetapi tidak mengetahui tujuan akhir dari semua usahanya.

Ilmu memberikan panduan tentang:

  • Siapa penciptanya
  • Untuk apa ia hidup
  • Apa yang harus dilakukan
  • Ke mana ia akan kembali

Dengan ilmu, kehidupan menjadi lebih terarah.

Seseorang tidak lagi menghabiskan waktunya untuk perkara-perkara yang sia-sia. Ia memahami mana yang bermanfaat dan mana yang hanya membuang umur.

Inilah sebabnya para ulama menyebut ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan kehidupan.

Keutamaan Ilmu di Dunia

Manfaat ilmu di dunia sangat banyak, di antaranya:

1. Meninggikan Derajat

Orang berilmu dihormati masyarakat dan menjadi rujukan dalam berbagai urusan.

2. Membuka Pintu Rezeki

Keahlian dan pengetahuan yang benar sering menjadi sebab datangnya berbagai peluang rezeki.

3. Menenangkan Hati

Ilmu menghilangkan kebingungan dan memberikan keyakinan.

4. Memperbaiki Akhlak

Orang yang memahami ajaran agama dengan baik akan lebih mudah mengendalikan diri.

5. Menjadi Sumber Manfaat

Ilmu memungkinkan seseorang membantu banyak orang sepanjang hidupnya.

Keutamaan Ilmu di Akhirat

Keutamaan ilmu tidak berhenti di dunia.

Di akhirat, ilmu menjadi sebab:

  • Meningkatnya derajat di sisi Allah
  • Mendapatkan pahala yang terus mengalir
  • Menjadi petunjuk menuju keselamatan
  • Mendekatkan diri kepada surga

Ilmu yang diamalkan bahkan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir setelah kematian.

Selama ilmu tersebut masih diajarkan dan diamalkan, pahala akan terus mengalir kepada pemiliknya.

Mengapa Kita Harus Menjadi Penuntut Ilmu?

Teks hikmah ini memberikan jawaban yang sangat jelas.

Jika manfaat ilmu hanya satu saja, yaitu membuat manusia dihormati dan menyelamatkan hati dari kegelisahan, maka itu sudah cukup menjadi alasan untuk mencarinya.

Namun kenyataannya manfaat ilmu jauh lebih besar daripada yang dapat dihitung.

Ilmu memperbaiki akal, membersihkan hati, mengangkat derajat, memperluas wawasan, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.

Karena itulah para ulama sepanjang sejarah rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta mereka demi memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Penutup

Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Dengan ilmu, seseorang memperoleh kemuliaan, ketenangan, dan petunjuk menuju kebahagiaan dunia serta akhirat.

Sebaliknya, kebodohan adalah sumber berbagai penyakit hati, seperti iri, dengki, kesombongan, dan kebingungan dalam menjalani hidup.

Maka setiap Muslim hendaknya menjadikan menuntut ilmu sebagai prioritas utama. Semakin banyak ilmu yang dipelajari dan diamalkan, semakin dekat pula seseorang kepada kemuliaan yang dijanjikan Allah.

Sebagaimana hikmah yang telah disebutkan, jika sebagian kecil manfaat ilmu saja sudah begitu besar, maka bagaimana lagi dengan seluruh keutamaannya yang tidak terhitung jumlahnya?

Wallahu a‘lam.

Teks Asli :

الْعلم لَو لم يكن من فضل الْعلم إِلَّا أَن الْجُهَّال يهابونك ويجلونك وَأَن الْعلمَاء يحبونك ويكرمونك لَكَانَ ذَلِك سَببا إِلَى وجوب طلبه فَكيف بِسَائِر فضائله فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة وَلَو لم يكن من نقص الْجَهْل إِلَّا أَن صَاحبه يحْسد الْعلمَاء ويغبط نظراءه من الْجُهَّال لَكَانَ ذَلِك سَببا إِلَى وجوب الْفِرَار عَنهُ فَكيف بِسَائِر رذائله فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة لَو لم يكن من فَائِدَة الْعلم والاشتغال بِهِ إِلَّا أَنه يقطع المشتغل بِهِ عَن الوساوس المضنية ومطارح الآمال الَّتِي لَا تفِيد غير الْهم وكفاية الأفكار المؤلمة للنَّفس لَكَانَ ذَلِك أعظم دَاع إِلَيْهِ فَكيف وَله من الْفَضَائِل مَا يطول ذكره وَمن أقلهَا مَا ذكرنَا مِمَّا يحصل عَلَيْهِ طَالب الْعلم

Judul Kitab: Al-Akhlaq wa As-Siyar Fi Mudāwāt an-Nufūs (Akhlak dan Perjalanan Hidup dalam Mengobati Jiwa)

Penulis: Ali bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri (Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi al-Qurthubi az-Zhahiri, wafat tahun 456 H)

Baca juga:

Tafsir Akhlak Qur’an dan Hadits Menurut Ibnu Hazm: MenahanHawa Nafsu, Kunci Surga dan Ketenangan Jiwa

Hakikat Kebahagiaan dan Kemuliaan Manusia Menurut IbnuHazm: Antara Akhlak, Akal, dan Tanggung Jawab Akhirat

Jangan Sia-Siakan Umur: Nasihat Ulama tentang Ilmu, Waktu, dan Kesibukan yang Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Diba'i Makna Pesantren

Download Kitab PDF : Maulid Diba'i Makna Pesantren | Google Drive Download Kitab PDF : Maulid Diba'i Makna ...