Pendahuluan
Kepemimpinan dalam Islam bukan hanya
hak untuk memerintah, tetapi juga amanah yang menuntut keadilan, kasih sayang,
dan integritas. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki seseorang, semakin besar
pula tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah. Dalam At-Tabr
al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali
al-Tusi mengingatkan para pemimpin tentang beratnya amanah kekuasaan dengan
mengutip sejumlah hadis yang menekankan pentingnya berbuat adil, menepati ucapan,
dan menghindari kezaliman.
Sumber :
Kitab: At-Tabr al-Masbūk fī Naṣīḥat al-Mulūk
Bab: وأصول العدل والإنصاف عشرة – الأصل الأول (Sepuluh Dasar Keadilan – Dasar Pertama)
Penulis :
Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad
Al-Ghazali Ath-Thusi (450–505 H / 1058–1111 M) merupakan
ulama besar yang dikenal dengan gelar Hujjatul Islam. Dalam kitab ini,
beliau menyusun nasihat yang menggabungkan akidah, akhlak, dan etika
pemerintahan berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan hikmah para ulama terdahulu.
Tema :
Beratnya Amanah Kepemimpinan dan
Kewajiban Berlaku Adil kepada Rakyat
Terjemahan Lengkap
Di antara dalil yang menunjukkan
besarnya tanggung jawab kepemimpinan adalah riwayat dari Abd Allah ibn Abbas
bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ
berdiri di pintu Ka'bah. Di dalamnya terdapat beberapa tokoh dari Quraisy.
Beliau bersabda:
"Wahai para pemimpin Quraisy,
perlakukanlah rakyat dan para pengikut kalian dengan tiga perkara: apabila
mereka meminta kasih sayang kepada kalian, maka sayangilah mereka; apabila
kalian diminta memutuskan perkara di antara mereka, maka berlakulah adil; dan
laksanakanlah apa yang kalian ucapkan. Barang siapa tidak melaksanakan hal itu,
maka ia mendapat laknat Allah dan para malaikat-Nya. Allah tidak menerima amal
wajib maupun amal sunnah darinya."
Rasulullah ﷺ
juga bersabda:
"Barang siapa memutuskan
perkara di antara dua orang dengan kezaliman, maka laknat Allah atas
orang-orang yang zalim."
Beliau ﷺ
juga bersabda:
"Ada tiga golongan yang tidak
akan dipandang oleh Allah: pemimpin yang zalim lagi pendusta, orang tua yang
berzina, dan orang miskin yang sombong."
Yang dimaksud orang miskin yang
sombong adalah orang yang menyombongkan diri karena mengharapkan kepentingan
dunia.
Artikel Pengembangan
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa
salah satu bukti beratnya amanah kepemimpinan adalah banyaknya peringatan
Rasulullah ﷺ kepada para pemegang kekuasaan. Seorang
pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengatur masyarakat, tetapi
juga diwajibkan memiliki hati yang penuh kasih, sikap yang adil, dan kejujuran
dalam setiap ucapan maupun kebijakan.
Nasihat pertama menampilkan tiga
prinsip utama kepemimpinan Islam. Pertama, menyayangi rakyat. Kekuasaan tidak
boleh menjadikan seseorang bersikap keras dan jauh dari kepedulian. Kasih
sayang mendorong pemimpin memahami kebutuhan masyarakat serta melindungi mereka
dari kesulitan.
Prinsip kedua adalah menegakkan
keadilan. Setiap keputusan harus didasarkan pada kebenaran, bukan karena
hubungan keluarga, kekayaan, tekanan politik, atau kepentingan pribadi.
Keadilan merupakan fondasi kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya.
Prinsip ketiga adalah menepati
ucapan. Seorang pemimpin wajib menjaga amanah, memenuhi janji, dan melaksanakan
kebijakan yang telah disampaikan. Ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan
akan menghilangkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi tanggung jawab di
hadapan Allah.
Imam Al-Ghazali kemudian mengutip
hadis yang mengingatkan bahaya memutuskan perkara secara zalim. Kekuasaan dalam
memutuskan hukum merupakan amanah yang sangat besar. Satu keputusan yang tidak
adil dapat merugikan banyak orang dan menjadi sebab datangnya laknat Allah
kepada pelakunya.
Beliau juga menyebut hadis tentang
tiga golongan yang tidak memperoleh pandangan rahmat Allah pada Hari Kiamat.
Penyebutan pemimpin yang zalim bersama dosa-dosa besar lainnya menunjukkan
bahwa penyalahgunaan kekuasaan merupakan dosa yang sangat berat karena
dampaknya meluas kepada kehidupan masyarakat.
Perlu dicatat bahwa sebagian riwayat
yang dikutip dalam kitab-kitab nasihat klasik memiliki tingkat kekuatan sanad
yang berbeda-beda. Namun, pesan utamanya sejalan dengan ajaran Islam yang
sangat menekankan kasih sayang, keadilan, kejujuran, serta larangan berbuat
zalim terhadap siapa pun.
Hikmah
- Kepemimpinan harus dibangun di atas kasih sayang kepada
rakyat.
- Keadilan merupakan kewajiban utama setiap pemimpin.
- Seorang pemimpin wajib menepati janji dan melaksanakan
apa yang diucapkannya.
- Kezaliman dalam memutuskan perkara termasuk dosa yang
sangat berat.
- Kekuasaan bukan sarana mencari keuntungan pribadi,
tetapi amanah untuk melayani masyarakat.
- Kejujuran dan integritas menjadi syarat utama
kepemimpinan yang diridhai Allah.
- Dampak kezaliman seorang pemimpin dapat dirasakan oleh
banyak orang sehingga pertanggungjawabannya sangat besar.
- Pemimpin yang takut kepada Allah akan lebih
berhati-hati dalam setiap keputusan yang diambil.
Penutup
Melalui nasihat ini, Imam Al-Ghazali
mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari luasnya
kekuasaan atau banyaknya pengikut, melainkan dari kemampuannya menyayangi
rakyat, menegakkan keadilan, dan memegang teguh amanah. Kekuasaan yang
digunakan untuk melayani masyarakat akan menjadi sebab datangnya rahmat Allah,
sedangkan kekuasaan yang dipenuhi kezaliman dan kebohongan akan menjadi beban
yang sangat berat pada Hari Kiamat. Oleh karena itu, setiap pemimpin hendaknya
menjadikan kasih sayang, keadilan, dan kejujuran sebagai dasar dalam
menjalankan setiap amanah yang dipercayakan kepadanya.
Teks Arab :
ومما يدلّ على خطر الولاية ما روي
عن ابن عباس أن رسول الله، ﷺ، أتى بعض الأيام فلزم حقه باب الكعبة، وكان في البيت
نفر من قريش فقال: (يا سادات قريش عاملوا رعاياكم وأتباعكم بثلاثة أشياء: إذا
سألوكم الرحمة فارحموهم، وإذا حكموكم فاعدلوا فيهم، واعملوا بما تقولون؛ فمن لم
يعمل بهذا فعليه لعنة الله وملائكته لا يقبل الله منه فرضًا ولا نفلًا)
وقال عليه الصلاة والسلام: (من حكم
بين إثنين بظلم فلعنة الله على الظالمين)،
وقال عليه الصلاة والسلام: (ثلاثة
لا ينظر الله إليهم: سلطان كجائز كاذب، وشيخ زانٍ، وفقير متكبر، يعني أنه متكبر
للطمع) .
Baca juga:
Keutamaan Pemimpin Adil Menurut Imam Al-Ghazali:Kedudukan Mulia di Sisi Allah
10 Dasar Keadilan Menurut Imam Al-Ghazali: Memahami AmanahKepemimpinan dalam Islam (Bagian 1)
Tanggung Jawab Pemimpin Menurut Imam Al-Ghazali: Amanah,
Nasihat, dan Ancaman bagi Penguasa yang Lalai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar