Title: Wasiat Yasyjub bin Ya'rub: Rahasia Kepemimpinan yang Melahirkan Kerajaan Saba dan Dinasti Himyar
Pendahuluan
Dalam sejarah bangsa Arab kuno, nama
Yasyjub bin Ya'rub bin Qahtan sering kali berada di balik bayang-bayang
tokoh-tokoh besar seperti Qahtan, Ya'rub, dan Saba'. Padahal, menurut
riwayat-riwayat kuno, Yasyjub merupakan sosok penting yang berhasil
mempertahankan warisan nilai, akhlak, dan kepemimpinan yang diwariskan secara
turun-temurun sejak Nabi Hud 'alaihissalam.
Kitab Washaya al-Muluk wa Abna'
al-Muluk min Walad Qahtan bin Hud menyebutkan bahwa Yasyjub memperoleh
kemuliaan, kepemimpinan, dan pengaruh besar bukan karena kekuatan fisik atau
banyaknya pengikut, melainkan karena kesetiaannya menjaga wasiat para
leluhurnya. Dari keteguhan inilah lahir generasi besar yang kemudian mendirikan
kerajaan-kerajaan Arab paling berpengaruh dalam sejarah, termasuk Kerajaan Saba
dan Dinasti Himyar.
Kisah ini tidak hanya berbicara
tentang sejarah bangsa Arab, tetapi juga tentang pentingnya menjaga nilai-nilai
kebaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Yasyjub Bin Ya'rub: Pewaris Setia Wasiat Leluhur
Menurut riwayat yang disebutkan oleh
Dibil bin Ali Al-Khuza'i, Yasyjub adalah satu-satunya di antara
saudara-saudaranya yang benar-benar memegang teguh wasiat ayahnya, Ya'rub bin
Qahtan.
Ketika sebagian saudara dan kerabatnya
mulai mengabaikan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, Yasyjub tetap
berpegang teguh pada prinsip-prinsip tersebut. Karena itulah ia memperoleh
kedudukan yang tinggi di tengah kaumnya.
Ia memahami bahwa keberhasilan
ayahnya, Ya'rub, bukanlah hasil kebetulan. Ya'rub menjadi pemimpin karena
menjaga wasiat Qahtan bin Hud. Sementara Qahtan sendiri memperoleh kemuliaan
karena menjaga wasiat Nabi Hud.
Dengan kata lain, kepemimpinan yang
agung lahir dari kesinambungan nilai, bukan sekadar keturunan.
Rantai Kebijaksanaan dari Nabi Hud
Dalam wasiatnya kepada anak-anaknya,
Yasyjub menjelaskan sebuah prinsip yang sangat menarik.
Ia berkata bahwa Nabi Hud mewariskan
nasihat kepada Qahtan. Qahtan menjaga dan mengamalkannya sehingga menjadi
pemimpin. Kemudian Ya'rub melakukan hal yang sama dan memperoleh kemuliaan.
Setelah itu, Yasyjub sendiri merasakan manfaat dari menjaga warisan tersebut.
Melalui pesan ini, Yasyjub ingin
mengajarkan bahwa kejayaan tidak diwariskan melalui harta, melainkan melalui
ilmu, akhlak, dan komitmen terhadap nilai-nilai yang benar.
Ia berpesan kepada anak-anaknya:
"Tetaplah berada di atas jalan
yang kalian lihat dariku. Peganglah nasihat yang telah aku ajarkan kepada
kalian dan amalkanlah. Allah akan menggantikan keberadaanku di tengah kalian
dengan orang yang lurus dan mendapat petunjuk."
Pesan ini menunjukkan pentingnya
pendidikan keluarga dalam menjaga keberlangsungan peradaban.
Syair Yasyjub tentang Pentingnya Menjaga Wasiat
Untuk memperkuat pesannya, Yasyjub
menggubah syair yang menggambarkan bagaimana ilmu dan kebijaksanaan diwariskan
dari generasi ke generasi.
Dalam syair tersebut ia menegaskan
bahwa dirinya tidak memperoleh kemuliaan karena keistimewaan pribadi, melainkan
karena menjaga amanah para leluhur.
Ia juga menunjuk putranya, Abd
Syams, sebagai penerus yang diharapkan mampu menjaga nilai-nilai tersebut
setelah dirinya wafat.
Pilihan ini bukan semata-mata karena
hubungan darah, melainkan karena ia melihat kecerdasan, kebijaksanaan, dan
kesiapan putranya dalam memimpin masyarakat.
Abd Syams atau Saba': Raja Besar Bangsa Arab
Riwayat menyebutkan bahwa Abd Syams
bin Yasyjub berhasil menjaga wasiat ayahnya dengan baik.
Karena keberhasilannya dalam
memimpin, ia menjadi tokoh paling berpengaruh di kalangan keluarganya, sukunya,
dan seluruh rakyatnya.
Abd Syams lebih dikenal dalam
sejarah dengan nama Saba'.
Menurut sebagian riwayat, ia
dijuluki Saba' karena menjadi orang pertama yang menawan musuh-musuhnya dalam
peperangan. Dari sinilah muncul julukan tersebut.
Saba' dikenal sebagai penguasa besar
yang memiliki pengaruh luas. Ia disebut sebagai ayah dari dua kelompok besar
bangsa Arab Selatan, yaitu Himyar dan Kahlan.
Dari kedua keturunan inilah lahir
berbagai kerajaan besar yang kemudian memainkan peranan penting dalam sejarah
Jazirah Arab.
Penaklukan Babilonia Menurut Riwayat Kuno
Kitab ini juga menuturkan bahwa
Saba' pernah melakukan ekspedisi militer ke Babilonia.
Dalam riwayat tersebut disebutkan
bahwa ia memimpin pasukan berkuda dan prajurit dalam jumlah besar, kemudian
berhasil menaklukkan wilayah tersebut dan memperoleh upeti dari penduduknya.
Bahkan disebutkan bahwa hampir tidak
ada negeri yang namanya sampai kepadanya kecuali ia berusaha mendatanginya
dengan pasukan dan menaklukkannya.
Meskipun sebagian rincian riwayat
ini masih menjadi bahan kajian para sejarawan, kisah tersebut menunjukkan
betapa besar pengaruh yang disandangkan kepada Saba' dalam tradisi sejarah Arab
kuno.
Saba' dan Rahasia Mencegah Perpecahan Keluarga
Salah satu kisah paling menarik
dalam riwayat ini adalah cara Saba' mempersiapkan masa depan kerajaannya.
Ketika usia mulai menua, ia
mengumpulkan seluruh pembesar kerajaan dan anggota keluarganya.
Di hadapan mereka, ia mendudukkan
putranya Himyar di sebelah kanan dan Kahlan di sebelah kiri.
Kemudian ia bertanya:
"Apakah pantas tangan kanan
memotong tangan kiri, atau tangan kiri memotong tangan kanan?"
Semua yang hadir menjawab bahwa hal
itu tidak mungkin dan tidak pantas terjadi.
Melalui perumpamaan sederhana ini,
Saba' ingin menyampaikan pesan yang sangat dalam.
Himyar dan Kahlan adalah dua bagian
dari satu tubuh yang sama. Jika salah satunya berusaha menghancurkan yang lain,
maka seluruh kerajaan akan ikut hancur.
Karena itu, ia meminta para pembesar
kerajaan untuk berjanji menjaga persatuan kedua putranya setelah dirinya wafat.
Pembagian Kekuasaan antara Himyar dan Kahlan
Setelah memperoleh janji setia dari
para pemuka kerajaan, Saba' membagi kekuasaan antara kedua putranya secara
bijaksana.
Himyar yang duduk di sebelah kanan
memperoleh:
- Pedang.
- Pena.
- Cambuk kekuasaan.
Ketiga simbol ini melambangkan
pemerintahan pusat, administrasi negara, dan otoritas kerajaan.
Karena itu Himyar ditetapkan sebagai
pemegang kerajaan utama yang berkedudukan di ibu kota kerajaan.
Sementara Kahlan memperoleh:
- Kendali kuda.
- Perisai.
- Busur panah.
Ketiga simbol tersebut melambangkan
pertahanan negara, ekspedisi militer, penjagaan wilayah perbatasan, dan
perlindungan kerajaan dari ancaman luar.
Dengan demikian, Kahlan bertugas
menjaga keamanan wilayah dan memperluas pengaruh kerajaan.
Pembagian ini menunjukkan kecerdasan
politik yang luar biasa. Alih-alih memperebutkan kekuasaan, masing-masing pihak
memperoleh tugas yang saling melengkapi.
Filosofi Tangan Kanan dan Tangan Kiri dalam Kepemimpinan
Pembagian yang dilakukan Saba'
mengandung filosofi yang mendalam.
Tangan kanan dan tangan kiri
memiliki fungsi berbeda, tetapi keduanya sama-sama penting.
Kerajaan tidak dapat berjalan hanya
dengan kekuatan militer tanpa administrasi yang baik. Sebaliknya, pemerintahan
yang kuat juga tidak akan bertahan tanpa perlindungan militer.
Karena itu Saba' mengajarkan bahwa
kepemimpinan yang sukses memerlukan kerja sama, bukan persaingan yang merusak.
Pesan ini tetap relevan hingga saat
ini, baik dalam keluarga, organisasi, perusahaan, maupun pemerintahan.
Lahirnya Dinasti Himyar dan Kahlan
Setelah wafatnya Saba', sistem yang
ia bangun tetap bertahan dalam waktu yang lama.
Menurut riwayat tersebut:
- Keturunan Himyar menjadi raja-raja utama yang menetap
di pusat kerajaan.
- Keturunan Kahlan menjadi penguasa wilayah-wilayah
perbatasan dan daerah-daerah strategis.
Hubungan keduanya dibangun atas
dasar kerja sama.
Himyar memegang otoritas kerajaan
pusat, sedangkan Kahlan menyediakan dukungan militer, pertahanan, dan kekuatan
lapangan.
Model ini membuat kerajaan tetap
kuat selama beberapa generasi.
Pelajaran Berharga dari Wasiat Yasyjub
Kisah Yasyjub bin Ya'rub mengandung
banyak pelajaran yang relevan bagi kehidupan modern.
1.
Kejayaan Berasal dari Konsistensi
Yasyjub memperoleh kemuliaan karena
konsisten menjaga nilai-nilai yang diwariskan ayahnya.
2.
Pendidikan Keluarga Menentukan Masa Depan
Wasiat yang diwariskan dari Nabi Hud
hingga Yasyjub menunjukkan pentingnya pendidikan antargenerasi.
3.
Persatuan Lebih Penting daripada Kekuasaan
Saba' mengajarkan bahwa perebutan
kekuasaan hanya akan menghancurkan keluarga dan negara.
4.
Kepemimpinan Memerlukan Pembagian Tugas
Kerja sama antara Himyar dan Kahlan
menjadi contoh bagaimana tugas yang jelas dapat menciptakan stabilitas.
5.
Warisan Terbesar Adalah Nilai dan Akhlak
Harta dapat habis, kerajaan dapat
runtuh, tetapi nilai-nilai kebaikan akan terus hidup selama diwariskan kepada
generasi berikutnya.
Penutup
Wasiat Yasyjub bin Ya'rub merupakan
salah satu warisan kebijaksanaan paling menarik dalam tradisi Arab kuno.
Melalui kisahnya, kita melihat bagaimana ilmu, akhlak, dan kesetiaan terhadap
nilai-nilai luhur mampu melahirkan pemimpin-pemimpin besar yang membangun
peradaban.
Dari Nabi Hud kepada Qahtan, dari
Qahtan kepada Ya'rub, dari Ya'rub kepada Yasyjub, lalu kepada Saba', terbentuk
sebuah mata rantai kebijaksanaan yang menunjukkan bahwa kejayaan sejati tidak
lahir dari kekuatan semata, melainkan dari komitmen menjaga amanah, persatuan,
dan nilai-nilai kebenaran sepanjang zaman.
Referensi:
وصية يشجب بن يعرب
قال علي بن محمد: قال الدعبل بن علي: فيقال: إن يشجب
بن يعرب ثبت على وصية أبيه دون غيره من سائر إخوته وعشيرته، فساد الجميع بثباته
على هذه الوصية، وحفظه إياها وعمله بها.
قال وسألت بعض النَّسابين عن إخوته بني يعرب، فقال:
العمالقة إخوته فئتان؛ أما الفئة الأولى فمن ولد إرم بن سام بن نوح النبي ﷺ، وأما
الفئة الأخرى الذين كانوا سكان مكة وما حولها فمن ولد يعرب بن قحطان إخوتهم طسم
وجديس والحي جرهم الأولى وعاد الصغرى. فكأن يشجب سادها ولاء من إخوته، وساد عشيرته
التي منها آباؤه من ولد سام بن نوح النبي ﷺ.
وحدّثنا علي بن محمد، عن جده الدعبل بن علي، أن يشجب
بن يعرب بن قحطان وصى بنيه، فقال لهم: بني إني لم أسُد إخوتي وعشيرتي إلا بحفظي
وصية أبي يعرب بن قحطان وبعملي بها وثباتي عليها. وإن أبي يعرب بن قحطان لم يسد
إخوته وعشيرته إلا بحفظه وصية أبيه قحطان بن هود النبي ﷺ وبعمله بها وثباته عليها،
وإن جدي قحطان بن هود النبي ﷺ لم يسد قومه وإخوته إلا بحفظه وصية أبيه هود النبي ﷺ
وبعمله بها وثباته عليها. فابقوا على ما وجدتموني عليه، وهو الذي أنهيته إليكم
كلامًا وشعرًا مما وصاني به أبي. وقد حفظتم الكل، فاثبتوا علي، واعملوا به، والله
يخلفني عليكم، ثم الرشيد المهتدي منكم. وأنشأ يقول: «من البسيط»
أوصى النبي ابنه قحطان جدِّي بما ... وصَّى بنيه أبي
من بعدِ قحطانِ
علمٌ حواهُ أبي من دونِ إخوتهِ ... وحُزتُه بعدَه من
دونِ إخواني
وزادَني يعربٌ من بعدِهِ شيمًا ... وصّى بنيه بها
يومًا ووصَّاني
حفظتُها حينما غيري استهان بها ... وحفظُها آخرَ
الأيامِ من شاني
أعبدَ شمسٍ أبيتَ اللعنَ من خلفٍ ... هل أنتَ بعدي لنا
في مُلكنا ثانِ
هل أنتَ تحفظُ عنِّي ما حفظتُ وما ... بهِ ثبتتُ لكم
مُلكي وسُلطاني
بلى رأيتك هشًا ماجدًا فطنًا ... وقد إخالُكَ ظنًا غيرَ
إعلانِ
قال علي بن محمد، قال الدعبل بن علي: فيقال إن عبد شمس
بن يشجب حفظ وصية أبيه وثبت عليها وعمل بها، فساد الجميع من إخوته وعشيرته وأهل
بيته، وكان ملك الجميع وعمادهم، وهو سبأ بن يشجب بن يعرب بن قحطان بن هود النبي ﷺ،
واسمه عبد شمس بن يشجب. ويقال: إنه أول من سبى السبايا وأسر الأعادي فلذلك سمي
سبأ، وهو عبد شمس بن يشجب بن يعرب، وهو أبو حمير وكهلان. ويقال: إنه أغار على بابل
بالخيل والرجال، ففتحها، وأخذ إتاوتها، وضرب بالخيل في الأرض، فكان لا يذكر له بلد
إلا قصدها بالخيل والرجال وفتحها. وهو أول من فتح البلاد، وأخذ الإتاوة من أهلها.
وفيه يقول بعض أهل زمانه:
لقد مَلَكَ الآفاقَ من حيثُ شرقها ... إلى الغربِ منها
عبدُ شمسِ بن يشجبِ
لهُ مُلكُ قحطان بنِ هودٍ وراثةً ... عن اسلاف صدق من
جدود ومرأبِ
فما مِثلُ قحطان السماحةِ والندى ... ولا كابنهِ ربِّ
الفصاحةِ يعربِ
ومن كالمُصفَّى عبدِ شمسِ بن يشجُبٍ ... إذا عُدَّ
خيرُ الناس من خيرِ منصبِ
سما بالجيادِ الأعوجيةِ والقَنَا ... إلى بابلٍ في
مقنبٍ بعد مقنبِ
فآب بأبكارٍ وحُورٍ أوانسٍ ... مع الخَرجِ منها في
الخميسِ العصبصبِ
ورعَّلَ فيها الخيلَ شرقًا ومغرِبًا ... فمَشرِقُها
يُجبى له بعد مغربِ
وحدّثنا علي بن محمد، عن جده الدعبل بن علي، أن عبد
شمس وهو سبأ بن يشجب بن يعرب بن قحطان بن هود النبي ﷺ جمع أهل مملكته ووجوه أهل
بيته وعشيره، وأجلس ابنه حمير عن يمينه، وأجلس ابنه كهلان عن شماله، ثم قال لهم:
أيها الناس، هل يصلح ليميني أن تقطع شمالي، أو يصلح لشمالي أن تقطع يميني؟ فقالوا
بأجمعهم: أيها الملك، إنه لا يصلح شيء مما ذكرت. فقال لهم: إن أنتم إن همت يميني
لقطع شمالي أو همت شمالي لقطع يمين وأكون غافلًا عنهما لا أسُدُّ الشِّمال عن
اليمين ولا أسُدُّ اليمين عن الشمال فما أنتم صانعون؟ قالوا: نمنع اليمين عن الشمال،
ونمنع الشمال عن اليمين. فقال لهم أعطوني العهود والمواثيق على وفائكم بما تكلمتم
به وقلتم إنكم تفعلونه في يميني وشمالي. قال: فأعطوه العهود والمواثيق على ذلك.
ثم قال: أيها الناس إني لم أرد بيميني وشمالي إلا حمير
وكهلان، وإني لن آمن أن يختلفا بعدي في الأمر، ولم آخذ العهود والمواثيق عليكم إلا
لتحولوا بين من يروم من هذين لصاحبه سوءًا أو خلافًا، وأن لا يطلب أحدهما بعدي
أكثر مما يقسم له في مجلسنا هذا.
ثم قال لهم: أيها الناس، إن حمير أكبر من كهلان، وحقه
أن يكون عن يميني، وإن كهلان أصغر من حمير، وحقه أن يكون عن شمالي، وإن نصيب حمير
من ملكي مثل نصيب يميني من بدني، فانظروا - معشر الناس - ما يصلح لليمين، فادفعوه
إلى اليمين، وما يصلح للشمال فادفعوه إلى الشمال.
قال: فدفعوا إلى اليمين السيف والقلم والسَّوط، وحكموا
لليمين بذلك. وقالوا: هذه ثلاثة أشياء تعمل بها اليمين، ولا تعمل بها الشمال.
ودفعوا إلى الشمال العنان والترس والقوس. وقالوا: هذه ثلاثة أشياء تعمل بها الشمال
دون اليمين؛ أما القوس فإنه لا بد للشمال من معونة اليمين في القوس. قال: ثم حكموا
بأن صاحب السيف لا يصلح له إلا الثبات والوقوف في موضعه، وحكموا أن صاحب القلم لا
يكون إلا مدبرًا فاتقًا راتقًا. وحكموا أن صاحب السوط لا يكون إلا رابضًا سائسًا.
ثم حكموا أن الفتق والرتق والثبات والوقوف والتدبير والرياضة والسياسة لا يكون إلا
للملك الأعظم الراقد في دار المملكة، وهو حمير. قال: ثم حكموا أن العنان يقود أعنة
الخيل للذب عن الملك ومكابدة الأعداء حيث كانوا. وحكموا أن الترس يرد به البأس،
ويدرأ به الحد وتقهر به الحروب عند التلاقي، وتتجشم به المعارك. وحكموا أن القوس
ينال بها المناوئ والمناصي على البعد منها. ثم حكموا قيادة أعنة الخيل والمكابدة
للأعداء حيث كانوا ورد البأس ودفع الحد وقهر الحروب عند التلاقي ومناوأة الأعداء
ومناصاتها لا يصلح إلا لصاحب الدولة والذاب عنها والرامي عن جمرتها والساد لخللها
والقائم بحروبها وفتوحاتها وإصلاح الثغور وسدها عنها، وهو كهلان.
قال: فتقلد حمير الملك الراتب في دار المملكة وسمي
أيمن، لجلوسه عن يمين أبيه، وتقلد كهلان الأطراف وأعمالها وثغورها ومناوأة العدو
حيث كان. على أن لكهلان على حمير المعونة في ذلك مثل معونة اليمين للشمال بالرمي
بالقوس، وحكموا أن معونة اليمين للشمال بالرمي بالقوس والنزع والنبل، وهما في غير
القوس المال والنجدة، وكان لحمير على كهلان الطاعة وكفاية ما تقلده كهلان.
ففي ذلك يقول هي بن بيّ بن جرهم: «من البسيط»
ما سادَ هذا الورى أبناءُ قحطانِ ... إلا لفضلٍ لهم
قِدمًا وإحسانِ
ما في الأنام لهم حيٌّ يشاكلهمْ ... ولا لواحدهمْ في
الأرضِ من ثانِ
لم يشهدوا الناس في بدو ولا حضر ... حكمًا كحكم عظيمِ
المُلكِ والشانِ
سبا بن يشجب لابنيه وإنَّهما ... للسيدانِ الرفيعانِ
العظيمانِ
أعطى ابنه حميرًا منهُ اليمينَ وقد ... أعطى الشِّمالَ
ابنه المُسمى بكهلانِ
وقال يُقسمُ ملكي اليوم بينهما ... وقسمةُ الملكِ
للاثنان سهمانِ
تُعطى اليمينُ الذي تسطو اليمينُ به ... فيما تعانيهِ
من سرٍّ وإعلانِ
وللشِّمال الذي تسطوا الشمال بهِ ... عندَ النوائبِ من
بأسٍ وسلطانِ
والسَّيفُ والسَّوطُ صارا لليمينِ معًا ... وذلك
القلمُ الجاري ببرهانِ
والقوسُ والتُّرسُ صارا للشِّمالِ وقد ... صار العنانُ
لهما والمُلكُ نصفانِ
فصار هذا بتاج المُلكِ مُعتصبًا ... دونَ الجحاجحِ من
أولادِ قحطانِ
وصارَتِ الخيلُ تحمي الأرضَ قاطبةً ... ومن عليها لهذا
الآخرِ الثَّاني
قال علي بن محمد: قال الدعبل بن علي: فيقال إن حمير
وكهلان لم يزالا على ذلك وأولادهما من بعدهما وأولاد أولادهما لحمير على كهلان بالطاعة،
ولكهلان على حمير المال والنجدة، والملوك الرَّاتبة في دار المملكة من حمير،
والملوك في الأطراف والثغور من كهلان.
Sumber :
ـ[وصايا الملوك وأبناء الملوك من ولد قحطان بن هود]ـ
المؤلف: دعبل بن علي الخزاعي الشاعر المشهور (المتوفى:
٢٤٦هـ)
رواية: علي محمد بن دعبل الخزاعي
Baca juga:
Wasiat Himyar bin
Saba: Rahasia Persatuan, Kepemimpinan, dan Kejayaan Sebuah Kerajaan
Wasiat Ya'rub bin Qahtan: 10 Nasihat Emas tentang Ilmu, Kerendahan Hati, dan Kepemimpinan
Wasiat Qahtan binHud AS: Rahasia Kepemimpinan, Menjaga Silaturahmi, dan Mengendalikan Amarah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar