Title: Wasiat Ya'rub bin Qahtan: 10 Nasihat Emas tentang Ilmu, Akhlak, dan Kepemimpinan
Pendahuluan
Dalam sejarah bangsa Arab, nama
Ya'rub bin Qahtan memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Banyak ahli sejarah
Arab menyebutnya sebagai tokoh yang menyempurnakan penggunaan bahasa Arab
hingga menjadi bahasa yang fasih, luas, dan indah. Bahkan sebagian ulama dan
ahli nasab berpendapat bahwa istilah "Arab" dinisbatkan kepada
namanya, yaitu Ya'rub.
Selain dikenal sebagai tokoh bahasa,
Ya'rub juga dikenang sebagai pemimpin bijaksana yang mewarisi ajaran para
leluhurnya. Ia menjaga wasiat ayahnya, Qahtan bin Hud, lalu meneruskannya
kepada anak-anaknya dalam bentuk nasihat yang sarat hikmah.
Wasiat tersebut bukan hanya relevan
bagi masyarakat Arab pada masanya, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal
yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern. Di dalamnya terdapat petunjuk
tentang ilmu, akhlak, hubungan sosial, kepemimpinan, hingga etika
bermasyarakat.
Ya'rub dan Sejarah Bahasa Arab
Dalam riwayat yang dinukil oleh
Dibil bin Ali Al-Khuza'i disebutkan bahwa Ya'rub bin Qahtan adalah orang
pertama yang berbicara dengan bahasa Arab yang luas, fasih, ringkas, dan penuh
balaghah.
Karena keunggulannya dalam
berbahasa, sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa bahasa Arab dinisbatkan
kepada dirinya. Pandangan ini menjadi salah satu riwayat terkenal dalam
literatur klasik Arab.
Penyair terkenal dari kalangan
Anshar, Hassan bin Tsabit, pernah memuji Ya'rub dengan syair yang maknanya
menunjukkan bahwa bangsa Arab belajar kefasihan bahasa darinya hingga kemudian
menjadi kaum yang dikenal dengan kemampuan berbicara yang baik dan jelas.
Hal ini menunjukkan bahwa bahasa
bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas peradaban dan sarana
penyebaran ilmu serta kebijaksanaan.
Wasiat Ya'rub kepada Anak-Anaknya
Menjelang akhir kehidupannya, Ya'rub
mengumpulkan anak-anaknya dan berpesan:
"Wahai anak-anakku, peliharalah
dariku sepuluh perkara yang akan menjadi kemuliaan dan simpanan berharga bagi
kalian."
Sepuluh nasihat tersebut merupakan
ringkasan nilai-nilai kehidupan yang dapat membentuk pribadi unggul dan
masyarakat yang kuat.
1.
Menuntut Ilmu dan Mengamalkannya
Nasihat pertama Ya'rub adalah:
"Pelajarilah ilmu dan
amalkanlah ilmu itu."
Ilmu tanpa amal tidak akan
memberikan manfaat yang sempurna.
Banyak orang mengetahui kebenaran
tetapi tidak mengamalkannya. Sebaliknya, ada pula yang beramal tanpa ilmu
sehingga mudah terjerumus ke dalam kesalahan.
Ya'rub menekankan bahwa ilmu dan
amal harus berjalan beriringan. Ilmu menjadi petunjuk, sedangkan amal menjadi
bukti dari ilmu yang dimiliki.
Dalam syairnya ia berkata:
"Sebarkanlah ilmu, kemudian
pelajarilah ia. Orang berilmu tidaklah sama dengan anak yang bodoh."
Pesan ini menunjukkan betapa
tingginya kedudukan ilmu dalam membangun peradaban.
2.
Menjauhi Hasad dan Dengki
Nasihat kedua adalah menjauhi hasad.
Ya'rub berkata:
"Janganlah kalian mengikuti
rasa dengki karena ia menjadi penyebab terputusnya hubungan di antara
kalian."
Hasad merupakan penyakit hati yang
telah menghancurkan banyak hubungan keluarga, persahabatan, dan masyarakat.
Orang yang dengki sulit merasakan
kebahagiaan karena selalu sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Karena itu Ya'rub memperingatkan
agar keturunannya menjaga hati dari iri dan dengki yang merusak persaudaraan.
3.
Menjauhkan Diri dari Kejahatan
Ya'rub berpesan:
"Jauhilah keburukan dan para
pelakunya, karena keburukan tidak akan mendatangkan kebaikan kepada
kalian."
Lingkungan sangat memengaruhi
karakter seseorang.
Bergaul dengan orang-orang yang
gemar berbuat buruk akan menyeret seseorang kepada kebiasaan yang sama.
Sebaliknya, lingkungan yang baik
akan membantu seseorang tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia.
4.
Berlaku Adil kepada Sesama
Salah satu pesan yang sangat penting
adalah:
"Berlaku adillah kepada manusia
agar mereka berlaku adil kepada kalian."
Keadilan merupakan pondasi hubungan
sosial yang sehat.
Orang yang ingin diperlakukan dengan
baik harus terlebih dahulu memperlakukan orang lain dengan baik.
Prinsip ini berlaku dalam keluarga,
persahabatan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat secara luas.
5.
Menjauhi Kesombongan
Ya'rub memperingatkan:
"Jauhilah kesombongan, karena
kesombongan akan menjauhkan hati manusia dari kalian."
Kesombongan merupakan salah satu
sifat yang paling dibenci.
Orang yang sombong mungkin memiliki
kekayaan, kedudukan, atau ilmu, tetapi ia akan kehilangan cinta dan
penghormatan dari manusia.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak
pemimpin besar jatuh bukan karena kekurangan kemampuan, melainkan karena
kesombongan yang membuat mereka tidak mau menerima nasihat.
6.
Mengutamakan Sikap Rendah Hati
Setelah melarang kesombongan, Ya'rub
memerintahkan:
"Hendaklah kalian bersikap
tawadhu, karena tawadhu akan mendekatkan kalian kepada manusia dan membuat
mereka mencintai kalian."
Kerendahan hati bukan berarti
merendahkan diri, melainkan mengetahui posisi diri secara benar di hadapan
Allah dan manusia.
Orang yang rendah hati lebih mudah
diterima, dihormati, dan dicintai oleh masyarakat.
Bahkan semakin tinggi kedudukan
seseorang, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga sikap tawadhu.
7.
Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Ya'rub berpesan:
"Maafkanlah orang yang berbuat
salah kepada kalian."
Memaafkan bukan tanda kelemahan.
Sebaliknya, memaafkan menunjukkan
kekuatan jiwa dan kematangan karakter.
Menurut Ya'rub, sikap pemaaf akan:
- Menghindarkan permusuhan.
- Menambah kemuliaan.
- Meningkatkan kehormatan seseorang.
Masyarakat yang dipenuhi budaya
memaafkan akan lebih damai dibanding masyarakat yang dipenuhi dendam.
8.
Menghormati dan Membantu Tetangga
Salah satu bagian paling menarik
dalam wasiat Ya'rub adalah perhatian besar terhadap tetangga.
Beliau berkata:
"Dahulukanlah tetangga yang
membutuhkan daripada diri kalian sendiri."
Ia bahkan menambahkan bahwa buruknya
keadaan seseorang lebih baik daripada buruknya keadaan tetangganya.
Pesan ini menunjukkan tingginya
nilai solidaritas sosial dalam tradisi para leluhur Arab yang berpegang kepada
nilai-nilai kenabian.
Dalam syairnya Ya'rub menegaskan:
"Janganlah kalian melupakan hak
tetangga, karena tetangga memiliki hak yang sangat kuat."
9.
Membela Orang-Orang yang Berada di Bawah Tanggung Jawab
Ya'rub juga memerintahkan
anak-anaknya untuk melindungi para pengikut, sahabat, dan orang-orang yang
berada di bawah perlindungan mereka.
Menurutnya, mereka merupakan bagian
dari keluarga besar yang harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab.
Pesan ini mengajarkan pentingnya
loyalitas, tanggung jawab sosial, dan perlindungan terhadap pihak yang lemah.
10.
Memberikan Nasihat yang Jujur
Nasihat terakhir adalah tentang
amanah dalam memberi saran.
Ya'rub berkata:
"Apabila seseorang meminta
pendapat kalian, berilah nasihat sebagaimana kalian menasihati diri kalian
sendiri."
Ini merupakan salah satu standar
tertinggi dalam etika sosial.
Nasihat yang baik tidak boleh
didasarkan pada kepentingan pribadi, melainkan pada ketulusan untuk memberikan
manfaat kepada orang lain.
Orang yang dimintai pendapat memikul
amanah yang harus dijaga dengan penuh kejujuran.
Kunci Kepemimpinan Menurut Ya'rub
Selain sepuluh nasihat di atas,
Ya'rub menutup wasiatnya dengan pesan yang sangat penting:
"Peganglah kebiasaan berbuat
baik kepada manusia, karena dengan itulah kalian akan memimpin mereka dan
memperoleh kemuliaan sepanjang masa."
Menurut Ya'rub, kepemimpinan tidak
dibangun dengan kekerasan atau ketakutan.
Kepemimpinan yang sejati lahir dari:
- Kebaikan.
- Keadilan.
- Ilmu.
- Kerendahan hati.
- Kepedulian kepada sesama.
Inilah prinsip yang membuat
seseorang dihormati bukan hanya selama hidupnya, tetapi juga setelah wafatnya.
Pelajaran Penting dari Wasiat Ya'rub
Dari seluruh isi wasiat tersebut,
terdapat beberapa pelajaran besar:
1.
Ilmu Harus Diamalkan
Ilmu yang tidak diamalkan tidak akan
membawa perubahan nyata dalam kehidupan.
2.
Dengki Merusak Persaudaraan
Hasad menjadi salah satu penyebab
utama perpecahan dalam keluarga dan masyarakat.
3.
Kerendahan Hati Mengangkat Derajat
Semakin rendah hati seseorang,
semakin besar penghormatan yang akan ia peroleh.
4.
Memaafkan Melahirkan Kemuliaan
Orang yang mampu memaafkan akan
memiliki hati yang lebih tenang dan hubungan sosial yang lebih baik.
5.
Kepedulian Sosial Adalah Tanda Kemuliaan
Menghormati tetangga dan membantu
sesama merupakan salah satu ciri masyarakat yang beradab.
6.
Kebaikan Melahirkan Kepemimpinan
Pemimpin yang dicintai lahir dari
akhlak yang baik, bukan dari kekuasaan semata.
Penutup
Wasiat Ya'rub bin Qahtan merupakan
warisan kebijaksanaan yang menghubungkan ajaran para nabi dengan nilai-nilai
kehidupan sosial. Di dalamnya terkandung panduan lengkap tentang bagaimana
menjadi pribadi yang berilmu, rendah hati, adil, pemaaf, peduli kepada sesama,
dan layak menjadi pemimpin.
Meski telah berlalu berabad-abad,
pesan-pesan tersebut tetap relevan bagi masyarakat modern. Dunia boleh berubah,
tetapi nilai-nilai luhur seperti ilmu, keadilan, kerendahan hati, dan kebaikan
kepada sesama akan selalu menjadi fondasi kemuliaan manusia sepanjang zaman.
Referensi:
وصية يعرب بن قحطان
قال علي بن محمد: قال الدعبل بن علي: فيقال: إن يعرب
بن قحطان حفظ وصية أبيه، وثبت عليها، وعمل بها. ويقال: إنه أول من تبحبح بالعربية
الواسعة، ونطق بأفصحها، وأوجزها، وأبلغها. والعربية منسوبة إليه مشتقة من اسمه.
وهو الذي ذكره حسان بن ثابت الأنصاري في شعره الذي يقول فيه:
تعلمتمُ من منطق الشيخ يعرب ... أبينا فصرتم معربين
ذوي نفر
وكنتم قديمًا ما لكم غير عجمة ... كلام وكنتم كالبهائم
في القفر
تقولون مانونخ ودونخ وكنتم ... إذا ما التقينا كالرصاص
على الجمر
منازلكم كوثى ومنها درجتمُ ... إلينا كأفراخ درجن من
الوكر
فنحن وأنتم كالذي قال لم أزل ... أعلمه رميًا ليمنع لي
ظهري
فلما نشا واشتد ساعده رمى ... فلم يُخطِ ظهري إذ رمى
لا ولا نحري
وفي ذلك يقول علقمة ذو جدن:
ومِنّا الذي لم يُعربِ الناسُ مثله ... وأعربَ في نجدٍ
هناكَ وغارا
وحدثنا علي بن محمد عن جده الدعبل بن علي، أن يعرب بن
قحطان وصَّى بنيه مما وصاه به أبوه، فقال لهم: يا بني احفظوا مني خصالًا عشرًا
تكون كذا لكم ذكرًا وذخرًا. يا بني تعلموا العلم واعملوا به. واتركوا الحسد عنكم
ولا تلتفتوا إليه، فإنه داعية القطيعة فيما بينكم، وتجنبوا الشر وأهله، فإن الشر
لا يجلب عليكم خيرًا. وأنصفوا الناس من أنفسكم لينصفوكم من أنفسهم. وإياكم والكبر؛
فإنه يبعد قلوب الرجال عنكم. وعليكم بالتواضع، فإنه يقربكم من الناس ويحببكم
إليهم. واصفحوا عن المسيء إليكم، فإن الصفح عن المسيء يجنبكم العداء ويزيد مع
السؤدد سؤددًا ومع الفضل فضلًا. وآثروا الجار الدخيل على أنفسكم، فإن جماله
جمالكم. ولأن يسوء حال أحدكم خير له من أن يسوء حال جاره، لأن تفقد الناس للمقتدي
أكثر من تفقدهم للمقتدى به. وانصروا مواليكم، فإن مواليكم في السلم والحرب منكم
ولكم. وابن مولاكم من أنفسكم، وحقه عليكم مثل حق أحدكم على سائركم. وإذا استشاركم
مستشير فأشيروا عليه بمثل ما تشيرون به على أنفسكم في مثل ما استشاركم فيه، فإنها
أمانة ألقاها في أعناقكم، والأمانة ما قد علمتم. وتمسكوا باصطناع الرجال أجدر أن
تسودوا به عليهم، وأحرى أن يزيدكم ذلك شرفًا وفخرًا إلى آخر الدهر. ثم أنشأ يقول:
«من الوافر»
بنيَّ أبوكمُ لم يعدُ عمَّا ... بهِ وصَّاهُ قحطانُ بن
هودِ
فوصاكم بما وصى أباكم ... أبوه عن الإله عن الجدودِ
أذيعوا العلمَ ثمَّ تعلموه ... فما ذو العِلم كالطِفل
البليدِ
ولا تُصُغوا إلى حسدٍ فتغوُوا ... غوايةَ كلِّ مختلٍّ
حسودِ
وذُودوا الشرَّ عنكُمْ ما استطعتم ... فليسَ الشرُّ من
خُلُقِ الرشيدِ
وكونُوا منصفينَ لكلِّ دانٍ ... لينصفكُمْ مع القاصي
البعيدِ
وبابُ الكِبرْ عنكمْ فاتركُوهُ ... فإنَّ الكِبرَ من
شِيَمِ العنيدِ
عليكمْ بالتواضُع، لا تزيدوا ... على فضلِ التواضُع من
مزيدِ
وإنَّ الصَّفح أفضلُ ما ابتغيتمْ ... به شرفًا مع
المُلكِ العتيدِ
وحقُّ الجارِ لا تنسوه فيكمْ ... فإنَّ الجارَ ذو
الحقِّ الوكيدِ
عليكمْ باصطناعِ الخيرِ حتَّى ... تنالوا كُلَّ مكرمةٍ
وجودِ
Sumber :
ـ[وصايا الملوك وأبناء الملوك من ولد قحطان بن هود]ـ
المؤلف: دعبل بن علي الخزاعي الشاعر المشهور (المتوفى:
٢٤٦هـ)
رواية: علي محمد بن دعبل الخزاعي
Baca juga:
Wasiat Yasyjub bin
Ya'rub: Rahasia Kepemimpinan yang Mengantarkan Lahirnya Kerajaan Saba dan
Dinasti Himyar
Wasiat Qahtan binHud AS: Rahasia Kepemimpinan, Menjaga Silaturahmi, dan Mengendalikan Amarah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar