KITAB MUJARAB: Tujuan Manṭiq Adalah Menjaga Akal Dari Kesalahan B...

KITAB MUJARAB: Tujuan Manṭiq Adalah Menjaga Akal Dari Kesalahan B...

Tujuan Manṭiq Adalah Menjaga Akal Dari Kesalahan Berpikir, Agar Sampai Kepada Kebenaran Melalui Burhān Pegangan Utama Bukan Yang Lain - Isagoge (إيساغوجي)

وَالمُغَالَطَةُ

وَهِيَ قِيَاسٌ مُؤَلَّفٌ مِنْ مُقَدِّمَاتٍ كَاذِبةٍ شَبِيهَةٍ بِالْحَقِّ أَوْ بِالْمَشْهُورِ أَو مِنْ مُقَدِّمَاتٍ وَهْمِيَّةٍ كَاذِبةٍ ، وَالْعُمْدَةُ هُوَ الْبُرْهَانُ لاَ غَيْرُ . انْتَهى .

والمغالطة

(Mughālaṭah / Sofisme / Kekeliruan Logis)

Mughālaṭah adalah qiyās (argumen) yang tersusun dari premis-premis yang salah, tetapi menyerupai kebenaran, atau menyerupai sesuatu yang populer/diterima umum, atau tersusun dari premis-premis wahmiyyah (dugaan khayali/ilusi mental) yang salah.

Dan sandaran utama (dalam memperoleh ilmu yang benar) hanyalah Burhān, tidak yang lain.

Selesai.

Penjelasan sederhana

Ini adalah pembahasan terakhir dalam pembagian jenis qiyās.

Jika:

  • Burhān → argumen benar yang menghasilkan keyakinan
  • Jadal → argumen dari hal yang masyhur
  • Khaṭābah → argumen persuasif
  • Syi‘r → argumen imajinatif

maka:

Mughālaṭah

= argumen palsu yang tampak benar

Yakni cara berpikir yang menipu akal, sehingga sesuatu yang salah terlihat seolah benar.

Bentuk-bentuknya

1) Premis salah yang mirip kebenaran

Contoh:

Semua yang alami itu baik
Racun itu alami
Maka racun itu baik

Secara bentuk tampak logis, tetapi premis pertamanya keliru.

Ini مغالطة.

2) Mirip hal populer (شبيه بالمشهور)

Contoh:

Banyak orang melakukan itu
Maka itu benar

Karena sesuatu populer belum tentu benar.

Ini juga مغالطة.

3) Premis wahmiyyah (dugaan ilusif)

Yaitu sesuatu yang hanya terasa benar dalam khayalan, padahal tidak.

Contoh:

Saya merasa sial hari ini, berarti pasti ada tanda buruk.

Ini dibangun dari wahm (prasangka khayali), bukan bukti.

Kalimat penutup:

والعمدة هو البرهان لا غير

= “Pegangan utama hanyalah Burhān, bukan yang lain.”

Maksud Imam Atsīr ad-Dīn al-Abharī:

Dari semua jenis argumen:

  • jadal bermanfaat,
  • khaṭābah bermanfaat,
  • syi‘r bermanfaat,

tetapi yang menjadi landasan kokoh untuk mengetahui kebenaran secara yakin hanyalah burhān.

Karena burhān berdiri di atas premis-premis yakin, bukan:

  • dugaan,
  • popularitas,
  • emosi,
  • khayalan,
  • tipu daya logika.

Kesimpulan akhir kitab

Bagian penutup Īsāghūjī ini menegaskan:

Tidak semua argumen sama nilainya.

Yang paling tinggi → Burhān
Yang paling rendah → Mughālaṭah

Sehingga perjalanan manṭiq dari awal sampai akhir adalah:

  1. memahami lafaz & makna,
  2. memahami proposisi,
  3. memahami qiyās,
  4. membedakan argumen yang benar dan yang menipu,
  5. lalu menjadikan burhān sebagai standar berpikir.

Singkatnya:

Tujuan manṭiq adalah menjaga akal dari kesalahan berpikir, agar sampai kepada kebenaran melalui burhān.

Selesai, Wallahu A’lam...

Sumber:

إيساغوجي

لأثير الدين المفضل بن عمر الأبهري ( 630 هـ )

Baca juga:

Isagoge (إيساغوجي); Pengantar Ilmu Manṭiq (Logika), Dasar-dasar Penting Yang Wajib Dipahami, Cara Berpikir Yang Tertib, Benar, Dan Terarah

Syi‘ir Adalah Bentuk Qiyās Yang Menggunakan Ungkapan Yang Diterima Jiwa Dan Membangkitkan Imajinasi - Isagoge (إيساغوجي)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wasiat Zuhair bin Ayman: Pentingnya Keluarga, Keadilan, dan Rahasia Warisan Kepemimpinan

Wasiat Zuhair bin Ayman mengajarkan pentingnya keadilan, menjaga keluarga, mempersiapkan generasi penerus, dan mempertahankan nilai-nilai k...